Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melangkah maju dalam revolusi pendidikan melalui program Sekolah Google, sebuah kolaborasi strategis dengan Google untuk menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang inovatif. Inisiatif ini dirancang untuk mempersiapkan generasi muda Kukar menghadapi persaingan global dengan pendekatan berbasis teknologi informasi (IT).
Bupati Kukar, Edi Damansyah, menegaskan bahwa Sekolah Google bukan hanya tentang digitalisasi, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif di kancah internasional. “Anak-anak Kukar harus siap bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga global. Sekolah Google adalah wujud komitmen kami untuk mewujudkan itu,” ujar Edi
Program ini mengawali langkahnya dengan menjadikan beberapa sekolah sebagai pilot project, mengintegrasikan teknologi Google for Education, seperti Google Classroom, Google Meet, dan Chromebook, ke dalam kurikulum. Siswa dan guru dilengkapi perangkat digital untuk mendukung pembelajaran interaktif, menghilangkan ketergantungan pada buku tulis konvensional. “Melalui platform ini, siswa bisa berkolaborasi dengan pelajar dari daerah lain, bahkan luar negeri, melalui kelas virtual, memperluas wawasan mereka,” jelas Edi.
Kerja sama dengan Google juga memungkinkan sekolah-sekolah ini memenuhi kriteria Sekolah Rujukan Google (SRG), sebuah predikat yang diberikan kepada institusi yang sukses mengadopsi teknologi digital secara transformatif. Menurut laporan, Kukar menjadi daerah dengan jumlah kandidat SRG terbanyak di Indonesia, dengan 26 sekolah dasar dan beberapa SMP telah mengikuti pelatihan Chromebook dan GWE Certified Trainer Level 1 sejak 2023.
Evaluasi awal yang dilakukan bersama Google dan Kementerian Pendidikan menunjukkan hasil yang menggembirakan, dengan peningkatan keterlibatan siswa dan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi. “Kami optimistis model ini akan menjadi standar baru. Tahun ini, kami berencana memperluas program ke lebih banyak sekolah di Kukar,” tambah Edi.
Sekolah Google juga mendorong perubahan pola pikir di kalangan guru, siswa, dan orang tua, dari pendekatan konvensional menuju pembelajaran yang lebih adaptif dan kolaboratif. Dengan dukungan infrastruktur seperti papan tulis digital dan Chromebook dari Pemkab Kukar, program ini diharapkan mengejar ketertinggalan rapor pendidikan dibandingkan daerah lain, khususnya Pulau Jawa.
Inovasi ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang membuka peluang tanpa batas bagi generasi muda Kukar. Dengan Sekolah Google, Kukar bertekad menjadi pelopor pendidikan digital yang berstandar global, memastikan lulusannya siap menghadapi tantangan era industri 4.0.(adv)














































