TENGGARONG, Linimasa.co – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), H Sunggono, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengoptimalkan anggaran untuk melakukan penanganan masalah perairan pertanian di Kukar. Sunggono ungkapkan saat rapat bersama Bupati Kukar dan sejumlah kepala OPD terkait, di ruang serbaguna Dinas PU Kukar, pada Rabu (13/3/2024) lalu.
Sunggono mengatakan, sesuai keinginan Bupati Kukar terhadap ada beberapa wilayah yang menjadi fokus penanganan masalah perairan bagi petani, maka dirinya ingin menyinergikan dan mengoptimalkan anggaran yang ada di OPD terkait, agar dapat mengentaskan permasalahan yang ada.
Sunggono menekankan bahwa penanganan masalah perairan adalah prioritas utama bagi Bupati Kukar, dan semua OPD harus mengoptimalkan anggaran yang ada untuk mengelola masalah ini.
Hal ini diharapkan dapat membantu petani di Kukar dalam menangani permasalahan yang ada terkait perairan pertanian.
Sunggono juga mengingatkan semua OPD untuk bekerja sama dan terintegrasi dalam melakukan penanganan masalah perairan, agar dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam mengelola permasalahan ini.
Sesuai keinginan Bupati Kukar, bahwa penanganan masalah perairan adalah bagian dari program pemulihan dan pengembangan pertanian di Kukar, dan semua OPD harus mengintegrasikan program ini dalam kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan.
Dengan optimalkan anggaran dan bekerja sama, semua OPD di Kukar diharapkan dapat mengelola masalah perairan dengan efektif dan efisien, dan membantu petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah ini.
“Sesuai apa yang sudah bupati ungkapkan sebelumnya, ada beberapa titik yang harus kita fokuskan penanganannya, oleh karena itu adanya anggaran di beberapa OPD terkait bisa kita optimalkan dalam mengentaskan permasalahan yang ada, maka dari itu melalui rapat ini saya harap kepala OPD terkait bisa berkolaborasi dalam penanganan masalah yang ada,” ujar Sunggono.
Sunggono menyebutkan Pemerintah Daerah (Pemda) sedang berusaha menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dua kecamatan, yakni Tenggarong dan Tenggarong Seberang akan menjadi fokus prioritas dalam pembuatan kebijakan pemda.
“Penanganan irigasi menjadi salah satu fokus pemda untuk mengoptimalisasi penyaluran air ke wilayah pertanian masyarakat, oleh karena itu ada dua fokus utama kita dalam menyelesaikan di tahun 2024, dengan anggaran yang ada,” tambahnya.
“Sehingga permasalahan yang sudah bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat petani bisa kita selesaikan dengan baik. Agar nantinya akan berdampak pada peningkatan produktivitas hasil pertanian, yang muaranya akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,” tambahnya.














































