Kukar – Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berpotensi menjadi ikon wisata baru. Kawasan ini akan dikembangkan menjadi destinasi wisata alam sekaligus pusat kuliner, dengan dukungan Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar dan pemerintah desa setempat.
Kepala Desa Santan Ulu, Heri Budianto, menyatakan bahwa pihaknya telah menyuarakan rencana pengembangan ini ke tingkat kabupaten dan provinsi. Sebagai langkah awal, gazebo telah dibangun di sekitar tugu untuk memfasilitasi pengunjung. “Kami menyambut baik rencana pengembangan ini. Bahkan ke depan, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Santan Ulu akan berpartisipasi membangun panggung di kawasan tugu, sehingga tempat ini makin menarik untuk berbagai kegiatan dan acara,” jelas Heri baru-baru ini.
Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto, menilai Tugu Khatulistiwa memiliki potensi ganda sebagai wisata alam dan edukasi. Area rest area di sekitar tugu dapat dioptimalkan menjadi sentra kuliner, sementara tugu itu sendiri bisa menjadi objek pembelajaran tentang fenomena khatulistiwa. “Tugu Equator menjadi salah satu fokus evaluasi kami ke depan. Ini bagian dari upaya menyusun prioritas pembangunan pariwisata berkelanjutan yang sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah,” tegas Arianto.
Sebagai informasi menarik, Tugu Khatulistiwa di Santan Ulu menjadi titik istimewa karena setiap tahunnya, masyarakat bisa menyaksikan fenomena alam unik: hari tanpa bayangan. Fenomena ini terjadi saat matahari berada tepat di atas kepala (titik kulminasi), menciptakan pengalaman edukatif yang langka dan memikat.
Dengan pengembangan yang melibatkan berbagai pihak, Tugu Khatulistiwa Santan Ulu diharapkan menjadi daya tarik utama Kukar, menggabungkan keindahan alam, kuliner lokal, dan nilai edukasi. Sinergi ini berpotensi mendongkrak pariwisata daerah secara berkelanjutan.(adv)














































