Kutai Kartanegara, linimasa.co – Pemerintah Desa Mekar Jaya menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa untuk rencana pembangunan Tahun 2022. Bertempat di BPU Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kamis (30/09/2021).
Kegiatan Musrenbang ini dihadiri oleh seluruh unsur pemerintahan Desa mulai dari Kepala Desa beserta perangkat, BPD Desa Mekar Jaya, Camat Sebulu yang diwakili oleh Kasi PMD, Babinsa Desa Mekar Jaya, Kepala Puskesmas Sebulu 2, Pendamping Desa, Kepala Dusun, RT, Tenaga Pendidikan, Ulama, tokoh masyarakat, LPM, Karang Taruna serta pemuka masyarakat lainnya.
Kepala Desa Mekar Jaya Eko Cahyono, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para undangan yang hadir pada acara Musrenbangdes kali ini.
“Kedepan saya berharap agar kerjasama ini terus terjaga sehingga apa yang menjadi cita-cita kita bersama dapat kita capai, yaitu masyarakat yang sejahtera dan bahagia,” ujarnya memberikan sambutan
Dirinya mengaku hasil Musrenbangdes tahun lalu dapat direalisasikan dengan maksimal. Kendati demikian banyak pos anggaran yang harus berkurang karena dampak Pandemi covid-19,
“Yang belum bisa terealisasikan akan dimasukkan dan diprioritaskan anggaran kegiatan tahun yang akan datang,” tambahnya
Sementara Kasi PMD Kecamatan Sebulu, Alfian mengatakan Musrenbang adalah amanah undang-undang yang harus dilaksanakan agar perencanaannya tepat sasaran dan tepat anggaran.
“Musrenbang penting dilakukan selain menjadi amanah undang-undang juga agar perencanaan pembangunan tepat sasaran, terlebih desa Mekar Jaya termasuk dalam kategori desa berkembang. Dengan mengancu pada IDM (Index Desa Membangun) semoga apa yang akan dilaksanakan sesuai harapan.” Ungkap pria yang akrab dipanggil pak wong ini.
Setelah acara dibuka dilanjutkan dengan pemaparan RKP oleh Sekretaris Desa Mekarjaya dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa warga dan tokoh masyarakat yang hadir sangat antusias dengan kegiatan ini.
PPL Pertanian Kecamatan Sebulu, Hari Budiyanto, memaparkan beberapa program pertanian yang akan dan telah dilaksanakan di Mekar Jaya khususnya. Dirinya membahas mulai kegiatan infrastruktur pertanian hingga pembinaan petani.
“Dari informasi yang kami dapat dari beberapa petani mereka banyak mengeluhkan masih susahnya mendapat pupuk bersubsidi, malam pupuk datang siang sudah kehabisan. Karena terkait pupuk bersubsidi ini melibatkan BUMDES mohon kiranya pemerintah desa bisa memperhatikan apa yang menjadi keluhan petani di lapangan, terlebih saat ini sudah mulai musim tanam yang mana pupuk itu sangat diperlukan” Tutupnya.
Pewarta Nonok W














































