TENGGARONG – Pemkab Kutai Kartanegara melalui visi besar Kukar Idaman Terbaik 2025–2030 terus mengembangkan skema One Village One Product (OVOP) sebagai strategi pembangunan ekonomi desa. Arah kebijakan ini kembali disampaikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat melantik Kades PAW Makarti.
Menurut Aulia, penguatan ekonomi berbasis desa menjadi salah satu fokus Pemkab Kukar dalam transformasi pembangunan non-ekstraktif. Melalui konsep OVOP, setiap desa diharapkan mengidentifikasi komoditas unggulannya dan mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.
“Setiap desa memiliki karakter dan potensi berbeda. Yang kita lakukan adalah mendorong desa menemukan keunggulannya, lalu mengembangkannya menjadi produk yang bisa membuka lapangan kerja,” ujar Bupati.
Pemkab Kukar menilai bahwa pendekatan OVOP dapat menggerakkan sektor usaha mikro, memunculkan wirausaha baru, serta meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sistem produksi yang dikelola desa maupun BUMDes.
Aulia memastikan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan melalui regulasi, pendampingan teknis, hingga bantuan program sesuai kemampuan daerah. Ia berharap Desa Makarti dapat berkontribusi sebagai salah satu desa yang memiliki produk unggulan berbasis sawit atau peternakan.












































