SAMARINDA — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk pertama kalinya menggelar Silaturahmi Pemkab Kukar dengan Badan Usaha secara resmi, Jumat (28/11), di Ballroom Kartanegara Hotel Fugo Samarinda. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri serta ratusan perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kukar.
Kadis PMDPTSP Kukar Alfian Noor melaporkan bahwa sebanyak 129 pelaku usaha besar mengikuti agenda tersebut. Peserta berasal dari berbagai sektor, mulai dari pertambangan, migas, perkebunan, kehutanan, hingga perbankan dan industri jasa. Perusahaan yang diundang adalah mereka dengan skala modal di atas Rp10 miliar, mencakup sekitar 10–15 persen dari total 963 perusahaan besar yang beroperasi di Kukar.
Dalam sambutannya, Bupati Aulia menekankan pentingnya hubungan yang setara antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Ia menegaskan bahwa Kukar harus dibangun dengan semangat kebersamaan.
“Kalau di hati kita merasa bahwa kita adalah saudara, bukan lagi ‘kau dan aku’, InsyaAllah setiap program dan persoalan bisa kita selesaikan bersama,” ujar Aulia.
Ia meminta ke depan pertemuan serupa dikelompokkan berdasarkan sektor agar komunikasi lebih fokus dan efektif.
Aulia menegaskan bahwa keberadaan perusahaan di Kukar harus memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat. Menurutnya, kesejahteraan warga tidak boleh hanya tinggi saat industri beroperasi, tetapi harus tetap terjaga setelah kegiatan usaha berhenti.
“Jangan sampai ketika perusahaan pergi, daerah justru mundur. Kita harus memastikan masyarakat tetap bisa hidup layak,” tegasnya.













































