Samarinda – Gelaran Maulid Akbar Nusantara yang dirangkai dengan Milad ke-2 Ikatan Kerukunan Madura (IKM) Kalimantan Timur berlangsung meriah di Samarinda, Sabtu (6/9/2025). Acara ini menjadi ajang silaturahmi besar-besaran warga Madura se-Kaltim sekaligus momentum memperkuat peran komunitas Madura dalam pembangunan daerah dan menyongsong hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Kegiatan yang dipusatkan di Samarinda ini dihadiri oleh ribuan warga Madura dari berbagai kota/kabupaten di Kalimantan Timur. Sejumlah pejabat dan tokoh penting turut hadir, di antaranya Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun, perwakilan Kapolresta Samarinda.
Hadir pula tokoh politik dari Madura, antara lain Bupati Pamekasan KH. Kholilurrohman, Ketua DPRD Pamekasan, dan anggota DPRD Bangkalan. Dari kalangan ulama, acara ini turut menghadirkan sejumlah kiai kharismatik, seperti KH. Abdul Muqtadir Sanhaji, KH. Jakfar Shodiq, dan Drs. HM. Syafiq Rofii.
Kehadiran para tokoh nasional dan daerah tersebut menjadi penanda eratnya hubungan masyarakat Madura dengan pemerintah daerah maupun pusat.
Perayaan Maulid Akbar dibuka dengan tawasul dan pembacaan maulid habsy yang dilantunkan Hadrah Assirojiyah IKM Kaltim. Acara kemudian dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Mars IKM Kaltim.
Sambutan disampaikan secara berurutan oleh Ketua Panitia H. Musadi, Ketua Umum IKM Kaltim M. Timbang, perwakilan ulama Madura, hingga Bupati Pamekasan.
Salah satu agenda penting adalah pengukuhan pengurus baru IKM Kaltim dari berbagai kabupaten/kota, termasuk Samarinda, Kukar, Bontang, Penajam Paser Utara, dan Ikatan Keluarga Bangkalan. Usai pengukuhan, Wali Kota Samarinda Andi Harun memberikan sambutan, menekankan pentingnya kebersamaan lintas suku dan agama dalam membangun kota.
Acara semakin semarak dengan orasi kebangsaan dari Dr. HM. Kholifi Aziz, akademisi asal Bangkalan yang kini berkiprah di Australia. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pengundian doorprize.
Muhammad Nawer Mud, Ketua DPD IKM Kota Samarinda, menegaskan bahwa perayaan ini menjadi ajang memperkuat solidaritas warga Madura di perantauan.
“Kami berharap warga Madura di Samarinda tetap solid dan terus mengedepankan kegiatan sosial. Ke depan, kita ingin terlibat lebih aktif dalam mendukung pembangunan IKN bersama pemerintah,” ungkapnya.
Sementara itu, Mursadi, Sekjen IKM Kaltim, menekankan bahwa IKM hadir untuk menjaga kerukunan, membina warga Madura agar lebih berintegritas, sekaligus menjalin hubungan baik dengan masyarakat dari berbagai etnis.
“Selama ini orang mengenal Madura keras, tapi melalui IKM kita ingin menunjukkan bahwa warga Madura cinta damai, jujur, dan siap membangun bersama. Kehadiran para tokoh dari Madura di acara ini menambah semangat bagi kami di perantauan,” ucapnya.
Dalam pidatonya, Wali Kota Andi Harun menyampaikan terima kasih sekaligus apresiasi atas kontribusi nyata komunitas Madura di Samarinda.
“Kami bersama DPRD, TNI, Polri, dan semua elemen masyarakat terus berupaya membangun kota ini. Kehadiran warga Madura menjadi bagian penting dalam kerja besar itu. Semoga kebersamaan ini membuat Samarinda makin rukun dan maju,” ujarnya.
Sebanyak 3.000 hingga 4.000 orang hadir dalam acara ini. Mereka datang dari berbagai daerah di Kaltim, mulai dari Berau, Bontang, Balikpapan, Kutai Kartanegara, hingga Penajam Paser Utara.
Suasana penuh kekeluargaan terlihat sepanjang acara, di mana jamaah larut dalam lantunan shalawat dan doa bersama. Perayaan ini sekaligus menunjukkan bahwa IKM Kaltim telah menjadi wadah penting bagi warga Madura di Kalimantan Timur untuk memperkuat identitas sekaligus menjalin harmoni dengan masyarakat lintas suku dan agama.
Perayaan Maulid Akbar Nusantara dan Milad ke-2 IKM Kaltim diharapkan menjadi momentum lahirnya komitmen baru. Warga Madura di perantauan bukan hanya menjaga persaudaraan internal, tetapi juga ikut serta dalam pembangunan, terutama dalam mendukung suksesnya IKN Nusantara sebagai simbol persatuan bangsa.














































