Samarinda, linimasa.co – Pandemi covid-19 mengharuskan pemerintah memberikan vaksin kepada masyarakat, terutama diprioritaskan bagi pelayan publik dan lansia. Oleh karena itu, Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sutomo Jabir mengajak masyarakat Kalimantan Timur agar tidak takut untuk di vaksin Covid-19 apabila pemerintah mengadakannya di kabupaten/kota masing-masing.
Sutomo memberikan kesaksian bahwa vaksin yang telah diterima hingga saat ini tidak memberikan efek pada kesehatannya. Bahkan, saat melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 tahap satu lalu dia bisa langsung bermain bola.
“Vaksin pertama tidak merasakan apa-apa, bahkan sorenya saya main bola. Jadi rasa capek aja tidak ada gejala apapun, fit saja,” ungkapnya di Lantai Satu Gedung E DPRD Kaltim pada Senin (22/3/2021).
Vaksin kedua yang diterimanya pun belum ada tanda-tanda berdampak pada politikus PKB ini. Lanjutnya, sebelum divaksin pastinya sudah di screening. Kalau ada riwayat gula dan tekanan tinggi tidak akan di vaksin oleh tim medis.
“Vaksin kedua ini juga tidak merasakan apa-apa, kan sebelumnya kita diperiksa sehingga yang lolos screening bisa di vaksin,” jelasnya.
Tapi mungkin setiap orang reaksinya berbeda-beda, ada yang demam, lapar mau makan terus. Bahkan, ada juga yang bawaannya ngantuk ingin tidur.
“Kalau saya ngga ada reaksi mulai dari vaksin pertama, semua anggota dewan itu tidak ada yang mengeluh. Pesan saya, kalau dibuka layanan dari pemerintah cepat-cepat saja di vaksin supaya bisa memutus mata rantai Covid-19 ini, jangan takut karena aman saja,” paparnya.
Senada. Ketua Komisi I DPRD Kaltim Jahidin Siruntu mengimbau masyarakat supaya lebih disiplin mengikuti arahan pemerintah, karena ini untuk kebaikan bersama.
“Ini vaksin pertama saya, tidak ada perisapan khusus untuk vaksinasi ini biasa saja. Tadi tekanan darah normal. Semoga masyarakat mau mengikuti arahan pemerintah,” pungkasnya.
Menurutnya, permasalahan yang mendasari masyarakat masih ragu dan tidak mau melakukan vaksin kemungkinan karena sosialisasi yang diberikan pemerintah sangat kurang.
“Mungkin karena mereka belum paham, apalagi kalau mendengar isu-isu dari luar yang habis divaksin malah tambah demam dan sakit. Itu hanya kebetulan saja selesai vaksin mau sakit. Sosialisasinya harus lebih digencarkan lagi agar masyarakat paham,” terangnya.
Jahidin menambahkan, yang jelas vaksin ini sudah melalui penelitian dan dikaji oleh ahlinya. Jadi seharusnya masyarakat tidak perlu ragu, karena itu sudah anjuran pemerintah.
“Kita anggap anjuran ini terbaik untuk kita, jangan menakut-nakuti masyarakat. Saya saja tidak ada gejala apa-apa, semoga sehat dan fit,” tegasnya.
Pewarta : Iqbal













































