SAMARINDA – Upaya mendorong kemandirian masyarakat berpenghasilan rendah kembali diperkuat Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Melalui kerja sama dengan Baznas Kota Samarinda dan dukungan Baznas Provinsi Kalimantan Timur, pemerintah meluncurkan program pemberdayaan bertajuk “Samarinda Berdaya” yang menyasar warga kurang mampu dengan memberikan fasilitas usaha berupa motor beserta rombong.
Sebanyak 20 warga terpilih menerima bantuan tersebut setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang. Penyerahan bantuan dilakukan pada Kamis malam dan menjadi penanda dimulainya program yang mengedepankan pemberdayaan ekonomi, bukan sekadar pemberian bantuan konsumtif.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa pemerintah ingin mendorong perubahan pola bantuan agar masyarakat dapat berdiri di atas kemampuan sendiri. Menurutnya, pemberian sarana usaha dianggap lebih efektif dalam menggerakkan aktivitas ekonomi keluarga, terutama mereka yang selama ini mengandalkan pendapatan harian.
Ia menjelaskan bahwa melalui bantuan berupa motor dan rombong, para penerima dapat memperluas cakupan usaha, meningkatkan mobilitas, serta membuka peluang pendapatan tambahan. Andi Harun mengatakan bahwa pemerintah kota ingin memastikan program penanggulangan kemiskinan berjalan dengan pendekatan yang lebih produktif.
Andi Harun menyebut bahwa Pemkot telah memberikan arahan kepada Baznas agar program pemberdayaan semacam ini bisa menjadi agenda tahunan. Ia juga kembali mengajak warga yang memiliki kemampuan finansial lebih untuk menyalurkan zakat dan infak melalui Baznas, mengingat lembaga tersebut merupakan badan resmi yang memiliki sistem penyaluran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Samarinda, Ahmad Syahir, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan kepada 20 mustahik tersebut merupakan hasil seleksi dari ratusan pendaftar yang berasal dari sepuluh kecamatan. Setiap calon penerima melalui proses verifikasi berlapis mulai dari pengecekan identitas, kelengkapan administrasi, kondisi ekonomi, hingga wawancara terkait kesiapan menjalankan usaha.
Bantuan yang disalurkan berupa motor baru yang telah dilengkapi rombong “Z-Pentol” serta perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk berjualan pentol dan telur gulung. Ahmad Syahir mengatakan bahwa program ini dirancang sebagai bagian dari misi transformasi mustahik menjadi muzaki, yaitu mengubah penerima zakat menjadi pihak yang kelak mampu berkontribusi melalui zakat.
Ia menambahkan bahwa program pemberdayaan ini bukan kegiatan yang berdiri sendiri. Baznas Provinsi Kaltim turut memberikan dukungan berupa kendaraan operasional, dan ke depan kolaborasi serupa akan terus didorong agar cakupan program semakin luas. Menurutnya, pelaksanaan perdana program “Samarinda Berdaya” ini akan menjadi fondasi bagi inisiatif pemberdayaan ekonomi lain yang sifatnya berkelanjutan.
Ahmad Syahir memastikan bahwa selama masyarakat terus menyalurkan zakat dan infak melalui Baznas, jumlah penerima manfaat dapat terus ditambah. Hal ini sejalan dengan slogan Pemerintah Kota Samarinda mengenai pembangunan yang berkelanjutan dan menyentuh masyarakat secara langsung.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi para penerimanya. Dengan adanya sarana usaha, mustahik berpeluang mengembangkan usaha kecil secara lebih profesional dan berdaya saing. Wali kota menegaskan bahwa penguatan ekonomi mikro merupakan salah satu strategi utama Pemkot dalam mengurangi jumlah keluarga yang masuk kategori rentan ekonomi.
Ia menutup sambutannya dengan harapan bahwa bantuan usaha ini dapat menjadi titik awal bagi penerima untuk membangun kehidupan ekonomi yang lebih stabil. Dengan mobilitas yang lebih luas dan usaha yang lebih terkelola, pendapatan keluarga diharapkan meningkat dan mampu memperbaiki kesejahteraan mereka secara menyeluruh.
“Semoga apa yang diberikan hari ini menjadi bekal bagi mereka untuk tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri, sehingga kesejahteraan keluarga juga ikut bergerak naik,” ujar Andi Harun.
Peluncuran program “Samarinda Berdaya” menjadi langkah baru dalam gerakan pemberdayaan ekonomi di Kota Tepian, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dan Baznas dalam menghadirkan solusi jangka panjang bagi masyarakat kurang mampu.













































