Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggenjot sektor pertanian dengan langkah strategis memperbaiki sistem pompanisasi air ke areal persawahan, sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Bersama Kodim 0906/Kukar, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar telah berhasil membangun 89 sumur bor di 5 kawasan pertanian yang telah ditetapkan berdasarkan peraturan daerah Pemkab Kukar.
Kabid Sumber Daya Air Dinas PU, Awang Agus S., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap mengingat keterbatasan anggaran, dengan 10 titik sumur bor sedang dikerjakan menggunakan anggaran murni sebesar Rp 4 miliar. Sementara 79 titik lainnya direncanakan akan dianggarkan dalam APBD Perubahan Kukar 2024.
“Kami terus memproses pembangunannya untuk segera dimanfaatkan oleh para petani di Kukar,” ungkapnya pada Rabu (26/6/2024).
Dalam upaya meningkatkan efisiensi, setiap sumur bor yang dibangun menggunakan energi terbarukan, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Hal ini merupakan langkah strategis untuk mendukung petani dalam mengelola sumber air secara mandiri dan berkelanjutan.
“Penerapan PLTS di sumur bor ini diharapkan dapat memberikan efisiensi yang signifikan bagi para petani dalam mengelola irigasi pertanian mereka,” tambah Awang Agus.
Pada Selasa (20/2/2024), satu sumur bor telah diresmikan dalam acara yang dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) TNI, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, bersama Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, dan Bupati Kukar, Edi Damansyah. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan akses air bersih bagi petani dan mendukung produktivitas sektor pertanian di Kukar.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang besar bagi kesejahteraan petani dan ekonomi lokal, serta mendukung pencapaian target ketahanan pangan Kabupaten Kutai Kartanegara. Dengan adanya infrastruktur pompanisasi air yang memadai, diharapkan dapat mengurangi risiko kekurangan air pada musim kemarau serta meningkatkan hasil panen yang berkelanjutan di masa mendatang.













































