Kukar – Pemerintah Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), intensif mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing di tengah dinamika pasar. Melalui pendampingan terstruktur dan pelatihan teknis, kelurahan ini berupaya menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal.
Lurah Timbau, Marten Hedy Yudha Murhans, menjelaskan bahwa pihaknya berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan pelaku UMKM dengan koperasi dan dinas terkait. Pelatihan teknis diserahkan kepada instansi yang memiliki keahlian untuk memastikan pembinaan lebih terfokus. “Kami di kelurahan memastikan pelaku UMKM mendapatkan informasi, akses, dan bantuan administratif yang dibutuhkan. Soal pelatihan dan pembinaan teknis, itu sudah ditangani langsung oleh dinas dan koperasi terkait agar lebih fokus,” ujar Marten saat dihubungi pada Senin (15/9/2025).
Marten menyoroti tantangan UMKM saat ini, yakni tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dengan menyesuaikan diri terhadap tren dan kebutuhan pasar. Ia menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi. “Kunci utama UMKM agar bisa bertahan dan tumbuh adalah kemampuan beradaptasi. Inovasi itu wajib, begitu juga dengan membaca arah pasar. Kalau usahanya stagnan, ya harus berani ubah strategi,” katanya.
Dengan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan lembaga pendukung, Marten optimistis UMKM Timbau dapat menjadi kekuatan baru ekonomi lokal. “Kalau terus didampingi dan terbuka terhadap perubahan, saya yakin UMKM di Timbau bisa jadi motor penggerak ekonomi Kukar. Kolaborasi dan inovasi harus jadi semangat utama,” tutupnya.
Upaya terstruktur Kelurahan Timbau dalam mengembangkan UMKM menunjukkan komitmen kuat untuk memajukan ekonomi kerakyatan. Dengan pendampingan dan inovasi sebagai fokus, UMKM di wilayah ini berpeluang besar menjadi pilar perekonomian Kukar yang kompetitif dan berkelanjutan.(adv)














































