KUTIM – Paralayang kini diproyeksikan menjadi magnet wisata yang mampu menarik lebih banyak pelancong datang ke daerah itu. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melihat peluang besar dari olahraga udara tersebut
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut Sebatik Flying Site tak lagi sekadar arena olahraga. Lokasi itu resmi diposisikan sebagai destinasi rekreasi baru yang memperkuat citra paralayang sebagai kegiatan unggulan daerah.
“Sebatik Flying Site dengan olahraga paralayang, bukan hanya arena olahraga, tapi juga salah satu destinasi pariwisata Kutim,” kata Ardiansyah.
Aktivitas paralayang di Sebatik Flying Site, Desa Suka Damai, Kecamatan Teluk Pandan, menawarkan cara baru menikmati Kutai Timur. Wisatawan bisa melihat lanskap daerah dari udara.
Ardiansyah menilai daya tarik ini mampu menyaingi popularitas diving dan snorkeling di Desa Pulau Miang. “Kita ingin Teluk Pandan dikenal bukan hanya indah, tapi juga menjadi destinasi wisata olahraga unggulan di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Dengan positioning tersebut, paralayang Kutai Timur diharapkan mampu menarik minat turis dan sekaligus mempromosikan potensi lokal.
Paralayang sendiri merupakan olahraga terbang bebas yang menggunakan sayap kain dan lepas landas dengan kaki. Aktivitas ini digemari untuk rekreasi maupun kompetisi.
Penetapan Sebatik Flying Site sebagai lokasi resmi paralayang Kutim pada Jumat (7/11) semakin memperkaya ekosistem wisata berbasis masyarakat yang tengah dikembangkan pemerintah daerah.
Pemerintah daerah ingin dampak ekonomi paralayang bisa dirasakan langsung oleh warga sekitar. “Kami ingin masyarakat ikut menikmati manfaat ekonomi dari kegiatan itu,” kata Ardiansyah.
Ia menyebut banyak peluang usaha yang bisa tumbuh. Mulai dari penyedia jasa wisata, kuliner, transportasi, hingga penginapan.
Camat Teluk Pandan, Anwar, turut menegaskan potensi strategis Sebatik Flying Site. Menurutnya, lokasi itu bukan hanya sarana olahraga, tetapi langkah awal membangun ekonomi dan pariwisata berkelanjutan di Kutai Timur.
“Jika potensi Sebatik Flying Site benar-benar besar dan bisa menambah PAD, maka perlu tindak lanjut berupa peningkatan kualitas jalan masuk yang lebih aman dan memadai,” jelasnya.
Meski menjanjikan, akses menuju puncak Sebatik Flying Site masih terbatas. Jalan dari Poros Trans Kalimantan menuju lokasi masih berupa tanah berbatu. Kondisi itu membuat perjalanan kurang nyaman bagi wisatawan.
“Semoga dengan adanya destinasi olahraga wisata ini, dapat meningkatkan infrastruktur dan perekonomian di wilayah Teluk Pandan,” ujar Anwar.
Dengan pembenahan infrastruktur dan promosi yang tepat, paralayang Kutai Timur diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal. Pemerintah berharap fasilitas umum, akses jalan, dan layanan wisata semakin berkembang. (ADS)













































