Samarinda – Virus corona masih saja menempati tangga teratas perbincangan setiap orang. Belum lama ini terdengar kabar dari Inggris munculnya corona dengan hasil mutasi terbaru yang diberi nama E484K.
Menurut ahli kedokteran wabah di Inggris, Calum Sample, mutasi baru tersebut awalnya berasal dari Kent, Inggris Tenggara, menurutnya mutasi tersebut terjadi secara tiba-tiba
“Mutasi baru ini terjadi di daerah Inggris lainnya, terjadi secara spontan dan kami sebut dengan nama E484K,” ujarnya dilansir dari Reuters, Kamis (4/2/21)
Dari laman cnbcindonesia.com, berdasarkan laporan Public Health England (PHE), E484K ini telah menjadi bagian tanda genetik dari varian baru corona yang dihubungkan dengan Afrika Selatan dan Brasil.
Mutasi baru saja terdeteksi pada setidaknya 11 sampel strain B.1.1.7 Inggris. Kemungkinan beberapa sampel ini bermutasi secara independen, alih-alih menyebar dari satu kasus
Dalam laporan PHE menjelaskan varian yang sudah diketahui lebih mudah menular ini juga berisiko menjadi agak kebal terhadap perlindungan kekebalan yang ditawarkan oleh vaksin, atau lebih mungkin menyebabkan infeksi ulang di antara orang yang sebelumnya terinfeksi
“”Tampaknya ini bukan berita bagus untuk kemanjuran vaksin,” kata Joseph Fauver, Epidemiologi di Yale School of Public Health, seperti dikutip dari CNN International.
Joseph Fauver menambahkan, temuan baru juga merupakan sesuatu yang terus dipantau di AS, di mana upaya untuk mencari varian corona melalui pengurutan genetik telah tertinggal di belakang Inggris
“Fakta bahwa kami hanya melihat ini di Inggris mungkin merupakan hasil dari program pengawasan genom yang kuat,” kata Fauver.
Berita ini telah terbit di cnbcindonesia.com dengan judul Ditemukan lagi mutasi baru covid-19 Inggris, kebal vaksin?













































