Kutai KArtanegara — Pemkab Kutai Kartanegara mengungkapkan capaian investasi yang masuk ke Kukar sejak 2020 hingga 2025 mencapai Rp 67,5 triliun, dengan total serapan tenaga kerja mencapai 54.630 orang. Data tersebut dipaparkan saat Silaturahmi Pemkab Kukar dengan Badan Usaha di Hotel Fugo, Jumat (28/11).
Kadis PMDPTSP Alfian Noor menjelaskan bahwa jumlah tersebut berasal dari 963 perusahaan menengah dan besar yang aktif melaporkan realisasi investasi kepada pemerintah. Selain itu, Kukar juga tercatat memiliki 361 perusahaan skala menengah, 1.946 usaha kecil, serta lebih dari 65 ribu pelaku usaha mikro.
“Dengan total serapan lebih dari 54 ribu tenaga kerja, kita berharap semakin banyak tenaga lokal terserap,” ujar Alfian.
Dalam forum itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa penguatan ekonomi daerah tidak terlepas dari keberadaan dunia usaha. Namun ia mengingatkan agar kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan menjadi prioritas utama.
Aulia mengapresiasi pertumbuhan investasi tersebut, namun meminta perusahaan memastikan masyarakat tetap sejahtera dalam jangka panjang.
“Kita ingin saat perusahaan mulai beroperasi ataupun berhenti, masyarakat tetap memiliki masa depan yang baik. Jangan sampai ketika industri selesai, daerah justru tertinggal,” tegasnya.
Aulia meminta perusahaan terus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, membuka ruang usaha baru, dan melibatkan warga dalam alih keterampilan.














































