Tenggarong, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menggelar festival pertama pasca pandemi, bertajuk Tenggarong International Folks Art Festival (TIFAF). Kendati akhirnya dapat digelar kembali setelah 2 tahun lamanya vakum.
Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah mengungkapkan bahwa saat ini masih termasuk kedalam masa pandemi. Sehingga dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi hingga booster terlebih dahulu sebelum berkunjung dan menyaksikan acara festival tersebut.
“Ini kan masih termasuk kedalam masa pandemi, jadi saya berharap vaksinasi dosis 3 dapat terlaksana dengan baik ya itu kami imbau jepada masyarakat,” kata Edi.
Pemkab Kukar bahkan telah menyiapkan gerai vaksinasi di beberapa titik di area sekitar lokasi diselenggarakan nya TIFAF 2022 ini. Hal ini juga dalam rangka memperkuat imunitas masyarakat agar pandemi sebelumnya tidak terulang kembali.
“Dalam pelaksanaan acara ini juga Kami telah menyediakan beberapa gerai vaksinasi di beberapa titik, jadi bagi yang belum dosis 3 booster silahkan mengunjungi gerai tersebut,” lanjut Edi.
Keragaman budaya di kukar
Tidak dapat dipungkiri bahwa beragam etnis suku dan budaya dapat ditemui di kukar. Diadakannya festival budaya ini seakan menjadi pelepas dahaga setelah sekian lama tidak unjuk gigi menampilkan kesenian budayanya.
Dyah Pitaloka, salah satu partisipan yang berasal dari paguyuban bali mengaku sangat senang dengan diadakannya kembali festival budaya di kukar. Dirinya menilai bahwa hal ini dapat menjadi ajang untuk mengenalkan lagi budaya nenek moyang serta menjadi sarana dalam melestarikan budaya itu sendiri.
“Ini kan setelah 2 tahun vakum akhirnya diadakan lagi festival ini, ini bisa menjadi ajang untuk melestarikan budaya karena seperti yang kita tau di kukar ini kan gak cuman ada 1 budaya tapi ada banyak, jadi dengan adanya festival ini kita juga turut melestarikan budaya budaya yang ada disini,” Ujar Dyah.

Hal serupa juga disampaikan oleh Bupati Edi, dirinya menilai bahwa beragam suku dan etnis di Kukar telah terbangun dengan baik. Sehingga, seluruh etnis budaya di kukar sendiri masing masing mengembangkan budaya asal etnisnya.
“Etnis suku di kukar sendiei sudah terbangun dengan baik, sehingga masing-masing etnisnya mengembangkan budayanya sendiri, makanya event kali ini kita beri nama budaya nusantara karena budaya budaya di nusantara ada di kukar,” ujarnya.
Pewarta Anju














































