Samarinda – Karena tidak memiliki gawai, siswi SD Negeri 002 Samarinda Seberang ini tidak mengikuti pelajaran daring selama setahun di masa pandemi. Berita ini pun viral dan sampai ke telinga Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Dikabarkan sebelumnya, Siswi SD Negeri 002 Samarinda Seberang, Musdalifah (10) tidak mengikuti pelajaran sekolah selama satu tahun sehingga tidak dapat mengikuti ujian semester untuk kenaikan kelas. Siswi Kelas 3 ini sempat viral karena diduga telah diusir oleh salah satu guru saat akan mengikuti pembelajaran tatap muka.
Konflik antara guru dan murid ini langsung ditanggapi oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Orang nomor satu Samarinda ini pun bertandang ke kediaman Siti Munawarah (37) tempat Musdalifah tinggal yang juga merupakan tantenya. Senin (6/6/22)
Andi Harun memediasi Siti Munawarah, Musdalifah dan gurunya. Suasana haru pun terjadi, Musdalifah mencium tangan gurunya, kedua belah pihak saling memaafkan.
“Hari ini sengaja saya kumpulkan agar semuanya bisa jelas, dan bisa segera diselesaikan. Ternyata ini semua hanya kesalahpahaman saja, dan sekarang sudah selesai, yang terpenting itu kedepannya seperti apa,” ujar Andi Harun.
Musdalifah memiliki adik perempuan berusia 9 tahun yang juga tinggal bersama tantenya, Siti Munawarah, di Jalan Pangeran Bendahara, Gang Pertenunan 2 Samarinda Seberang. Saat ini Siti merawat 5 orang anak, termasuk 3 orang anak kandungnya.
“Menjadi ibu dari 5 orang anak itu tidak gampang loh, ini butuh perjuangan keras. Maka itu Pemkot Samarinda akan membiayai Pendidikan Musdalifah dan adiknya, sekalian dengan 2 orang sepupunya (anak Siti) hingga tamat SMA,” ucap Andi Harun yang disambut sorakan syukur dari semua orang yang ada di rumah Siti.
Tidak sampai disitu, Andi Harun juga berjanji akan menguliahkan anak sulung Siti yang telah lulus SMA namun tidak dapat melanjutkan pendidikannya karena keterbatasan biaya.
“Pemkot juga akan membiayai kuliah putra bu Siti hingga lulus jadi sarjana,” lanjut Andi.
Suasana di ruang tamu yang berukuran 15 meter persegi, terbuat dari kayu bercat hijau makin mengharukan, raut bahagia terpancar dari keluarga Siti dan Musdalifah, mereka saling berpelukan dan meneteskan air mata. Belum usai rasa haru, Andi Harun langsung menyampaikan kepada Sekretaris Daerah Samarinda, Hero Mardanus agar rumah yang ditempati Musdalifah dimasukkan dalam program bedah rumah.
“Masukkan rumah ini dalam program bedah rumah,” ucap Andi Harun.
Ucapan Andi Harun sontak membuat Siti dan Musdalifah kembali meneteskan air mata. Suasana bertambah haru.
“Alhamdulillah ya Allah, terima kasih banyak pak,” ujar Siti sembari menyeka air matanya.
Andi Harun menjamin Pemkot Samarinda akan merenovasi rumah keluarga Musdalifah sehingga lebih layak huni.
“Kita sama-sama cari solusi, Musdalifah dapat melanjutkan kembali sekolahnya, bisa di SD yang sebelumnya, kalau Musdalifah merasa tidak nyaman di sekolah lama, dapat pindah di sekolah lainnya, dan ini tidak akan merubah keputusan saya untuk menanggung biaya pendidikannya hingga tamat SMA,” ujar Andi Harun.
Diketahui, MUsdalifah dan adiknya tinggal bersama tantenya, Siti Munawarah. Ibu kandung Musdalifah telah meninggal dunia, sementara ayah kandungnya mengalami kelumpuhan tangan. (*)














































