Samarinda – Peringatan hari Kartini pada tahun 2022 ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Betapa tidak, Hari Kartini yang setiap tahunnya diperingati setiap tanggal 21 April, kali ini bertepatan dengan bulan Ramadan 1443 H dan masih dalam suasana akhir masa pandemi covid-19. Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Samarinda Ilir memperingati Hari Kartini dengan cara hybrid dirangkai Khatamul Qur’an dan Nuzulul Qur’an 1443 Hijriah. Kamis (21/4/22).
Peringatan hari Kartini di SD Negeri 007 Samarinda Ilir dibagi menjadi dua sesi, yakni pada pagi hari dan sore jelang buka puasa. Sesi pertama dimulai pada pukul 09.00 Wita. Kegiatan pagi ini terdiri dari pembacaan puisi oleh guru-guru berjudul perempuan bertirai baja.
“Pembacaan puisi oleh guru-guru secara bergantian dan sambung menyambung, satu bait dibacakan oleh seorang guru kemudian bait berikutnya disambung oleh guru yang lain. Kemudian ada doorprize dimana setiap guru mendapatkan satu buah kado yang sebelumnya dikumpul dari masing-masing guru, jadi seperti bertukar kado, semacam gathering lah,” ungkap Kepala Sekolah SD Negeri 007 Samarinda Ilir, Sri Mulyati.
Ia menambahkan, hal ini dilakukan untuk mempererat tali silaturahim antar guru, saling memberi masukan untuk kepentingan pengembangan sekolah ke depannya.
“Karena bertema hari Kartini maka setiap guru perempuan memakai kebaya pada saat mengajar di kelas,” ujar Sri.

Pada sore harinya, diadakan Khatamul dan Nuzulul Qur’an 1443 Hijriah dengan menghadirkan penceramah sambil menunggu beduk buka puasa tiba. Peserta dibagi menjadi dua, guru-guru hadir secara luring dan peserta didik menyaksikan dari rumah masing-masing menggunakan aplikasi google meet.
“Untuk mengisi dan memperdalam iman dan taqwa maka kami rangkai dengan khatamul Qur’an, setiap guru menyelesaikan bacaan masing-masing satu juz,” tuturnya.
Kegiatan tersebut, lanjut Sri, merupakan kerja sama dengan Baznas Kota Samarinda dan salah satu penerbit.
“Ini kali kedua kerjasama dengan Baznas kota Samarinda dengan menghadirkan penceramah agama, kali ini oleh ustadz Ahmad Husyairi dan dihadiri oleh salah satu pimpinan Baznas Ahmad Syahir dan pengawas pendidikan Agama Islam, ustadz Yaman,” lanjut Sri.
Peringatan hari Kartini mengusung tema “Mari tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan menjalin persatuan dan kesatuan”, Sri juga menjelaskan bahwa peringatan hari Kartini merupakan momentum kebangkitan perempuan melawan pandemi Covid-19.

“Peringatan Hari Kartini Tahun 2022 juga sebagai era kebangkitan perempuan Indonesia. Kebangkitan perempuan Indonesia melawan pandemi, kebangkitan perempuan Indonesia untuk pemulihan ekonomi, dengan kerja sama semua pihak, kita bisa melewati pandemi dengan baik dan berhasil,” sambung dia.
Pada waktu yang sama, guru SD Negeri 007 Samarinda Ilir, Munasri, mengatakan pelaksanaan Kartini tahun ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya, ia mengapresiasi semua guru yang terlibat memeriahkan kegiatan tersebut hingga selesai.
“Ini pertama kalinya peringatan hari Kartini dirangkai dengan khatamul dan Nuzulul Qur’an, sejak pagi hingga sore hari, apalagi bertepatan dengan bulan puasa, tentu saja membuat kental suasana kebersamaannya,” ujar Munasri saat berdialog dengan awak linimasa.co
Usai berbuka puasa, kemudian dilanjutkan dengan sholat magrib berjamaah.
Pewarta Audric














































