Samarinda, linimasa.co – Wali Kota Samarinda Andi Harun resmi membuka Pasar Ramadhan 1443 Hijriah bertempat di halaman Gor Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, Selasa (5/4/2022). Pasar Ramadhan menjadi daya tarik tersendiri, karena juga sekaligus menjadi wisata kuliner di Kota Samarinda saat momentum bulan suci ramadhan
Bagi setiap pengunjung yang ingin datang kepasar tersebut diwajibkan mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Bahkan sebelum memasuki area pasar ramadhan, masyarakat harus melakukan scan barcode yang terpajang di pintu masuk.
Andi mengungkapkan dengan adanya wisata pasar ramadhan ini merupakan suatu momentum keberkahan tersendiri untuk para pelaku usaha, terutama untuk pelaku usaha kuliner. Dapat dipastikan masyarakat setiap sore hari alan mencari panganan untuk berbuka puasa, hal ini dapat berdampak pada perputaran roda perekonomian
“Ini akan berimplikasi terhadap perputaran roda perekonomian di tengah masyarakat. Dari fenomena selama bulan ramadan ini muncul pelaku ekonomi, khususnya bersekala mikro dan kecil yang terlibat dalam barang dan jasa,” terangnya.
Andi berharap, Eksistensi wisata belanja ramadhan ini bisa mengulang capaian di tahun kemarin. Pasalnya tahun lalu dalam sepekan capai 16 M.
“Estimasi tahun ini paling kurang transaksi mencapai Rp 1 hingga 1,5 M, tuturnya.
Andi menyatakan, Pemkot Samarinda tidak kehabisan inovasi dan semangat meski di tengah pandemi Covid-19. Untuk tetap melakukan pencegahan penyebaran covid-19 di tengah padatnya masyarakat Samarinda yang datang di pasar ramadhan, Pemkot Samarinda bersama pihak terkait membuat alternatif pembayaran non tunai dengan menggunakan sistem pembayaran QRIS
“perhelatan Pasar Ramadhan ini dengan menggunakan sistem transaksi non tunai atau E-Money melalui QRIS. QRIS ini bisa memudahkan dalam mencatat pemasukan pedagang, bisa juga menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19” ungkap Andi
Dengan diadakannya pasar ramadhan Andi optimis dapat membangkitkan ekonomi para pelaku usaha kuliner, tentu saja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19
“Saya optimis Pasar Ramadhan kali ini, walau di tengah masa pandemi Covid-19. Asal tingginya kepatuhan terhadap protokol kesehatan tidak kurang. Ini yang kita harapkan beriringan,” pungkasnya
Samarinda Wisata Ramadan kali ini memiliki konsep berbeda pada tahun sebelumnya, dengan diisi sebanyak 120 pedagang kuliner. Selain itu juga terdapat stand fashion dan otomotif.














































