Samarinda, linimasa.co – Sebagai langkah pencegahan dan penanggulangan bencana di Kota Samarinda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mengadakan kegiatan Ngobrol Penuh Inspirasi (NGOPPI) bersama relawan kota Samarinda, Selasa (22/3/2022) di halaman kantor BPBD Kota Samarinda
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sinergi BPBD Kota Samarinda bersama relawan dalam penangganan covid-19 serta bencana di Kota Samarinda
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarno menjelaskan kegiatan dialog yang dilakukan itu sebagai wujud komitmen bersama antara satuan relawan dan BPBD Kota Samarinda terutama dalam menangani berbagai macam bencana alam di Kota Tepian.
Suwarno mengaku, Kota Samarinda saat ini selalu dihadapkan dengan berbagai macam bencana yang begitu kompleks, baik bencana banjir, tanah longsor, kebakaran, hingga bencana pandemi Covid-19 yang saat ini belum berakhir.
Karena itu, dalam menangani berbagai macam bencana tersebut, tentunya diperlukan sinergitas atau kerjasama dari semua pihak terutama dari para relawan yang memang memiliki misi yang sama dalam menangani berbagai macam bencana yang terjadi.
Melalui forum dialog tersebut, ia mengaku banyak mendapatkan informasi dan gagasan baru dari sejumlah relawan, terutama yang berkaitan dengan kelancaran penanganan bencana.
“Jadi kegiatan dialog yang dilakukan ini sekaligus menggali ide-ide atau gagasan dari relawan, mereka (relawan,red) ‘kan lebih inspiratif, terus punya gagasan baru dalam penanganan bencana,” kata Suwarno
Suwarno menyebut, untuk semua ide dan gagasan baru yang disampaikan itu akan diramu sehingga dijadikan referensi dalam menangani berbagai macam bencana kedepannya, sekaligus akan disampaikan kepada OPD yang juga memiliki kewenangan dalam penanganan bencana.
“Ada 75 kesatuan relawan yang hadir, walaupun memang secara keseluruhan ada sekitar 100 an lebih kesatuan relawan di Samarinda tapi karena kapasitas dan situasi pandemi ini jadi kita batasi dulu,” sebutnya
Karena itu, ia mengaku upaya kerjasama dengan sejumlah relawan tersebut merupakan salah satu cara untuk membantu dan meringankan kerja BPBD Kota Samarinda, terutama dalam penanganan bencana alam yang terjadi.














































