Pemerintah AS menurunkan puluhan ribu Garda Nasional sebagai langkah pengamanan Capitol Hill Washington DC. Kompleks ini ditutup usai petugas membunyikan alarm peringatan, sekaligus antisipasi kejadian lain. Pasalnya telah terjadi kebakaran tisak jauh dari kompleks tersebut. Dikabarkan sebelumnya lima orang tewas dalam penyerbuan pendukung Donald Trump ke gedung kongres 6 Januari lalu.
linimasa.co – Pemilu Amerika Serikat pada 3 November 2020 lalu telah usai dan menetapkan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dan wakil presiden Kamala Harris yang akan menempati Gedung Putih selanjutnya.
Kemenangan Biden dan Kamala menjadi pro kontra di masyarakat Amerika sendiri. Muncul berbagai gelombang unjuk rasa dari massa pro Donald Trump yang masih tidak terima pemimpinnya dikalahkan oleh Biden. Pada Rabu 6 Januari lalu massa Trump sempat mengepung gedung parlemen The Capitol dimana tengah diadakan sidang penetapan kemenangan Biden – Harris
Usai penyerangan tersebut, keamanan di The Capitol makin diperketat. Terlihat Garda Nasional melakukan patroli dengan senjata lengkap. Jalan dan taman disekitar gedung tersebut National Mall pun ditutup, Gedung Putih pun dikelilingi kawat berduri.

Dilansir dari The New York Times, terdapat enam belas kelompok yang merupakan pendukung garis keras Trump, melakukan aksi protes di Washington, sebagian dari mereka bersenjata lengkap. Dikabarkan beberapa pendukung Trump akan berupaya menargetkan Biden untuk tumbang dengan cara-cara kekerasan
Selain Washington DC, 50 negara bagian AS waspada terhadap resiko pengunjuk rasa yang bersenjata lengkap, pihak keamanan Federal Bureau of Investigation atau FBI memperingatkan kemungkinan para demonstran pro Trump akan kembali turun ke jalan di seluruh negara bagian.
Pelantikan Biden sebagai presiden Amerika yang ke 46 ini pastinya akan tampil beda dengan pelantikan presiden-presiden Amerika sebelumnya. Meskipun kekhawatiran meningkat, komite pelantikan Biden mengatakan pihaknya bertekad untuk tampil di luar ruangan di acara tersebut untuk menyerukan bangsa yang terpecah untuk bersatu pada saat krisis politik dan kesehatan masyarakat. Tema pelantikannya adalah “America United”.
Biden juga berencana mengunjungi Pemakaman Nasional Arlington dengan tiga mantan presiden – Bill Clinton, George W. Bush dan Barack Obama.
“Saya tidak takut mengambil sumpah di luar,” kata Biden dikutip dari The New York Times.
Pelantikan Biden mengingatkan kita pada pelantikan pertama Abraham Lincoln, yang prosesi menuju Capitol dikelilingi oleh pasukan kavaleri dan infanteri bersenjata lengkap yang nyaris menimbulkan perang saudara.
Redaksi













































