SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus membuka peluang kerja sama strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya di bidang kesehatan dan pelayanan publik. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, saat menerima audiensi Universitas Megarezky di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Samarinda, Kamis (21/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas potensi kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan kualitas tenaga kesehatan di Kota Samarinda.
Dalam audiensi itu, Saefuddin Zuhri didampingi Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Samarinda Idfi Septiani, Sekretaris BKPSDM Kota Samarinda Siami Misnam, serta Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Budy Setyawan. Sementara pihak Universitas Megarezky dipimpin Direktur Program Pascasarjana, Dr. Ns. Julia Fitrianingsih, bersama jajaran akademisi dan mahasiswa pascasarjana asal Samarinda.
Wakil Wali Kota Samarinda menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama yang mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau kita bisa melayani dengan baik, tentu masyarakat akan memberikan apresiasi yang baik. Tapi sebaliknya, apabila pelayanan kepada masyarakat tidak baik, tentu hujatan juga akan datang,” ujar Saefuddin.
Menurutnya, kemitraan dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, terutama di sektor kesehatan yang terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi.
Pemkot Samarinda juga mendukung pengembangan riset dan pengabdian masyarakat yang berfokus pada isu kesehatan perkotaan, seperti penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga transformasi digital layanan kesehatan.
Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Samarinda, Idfi Septiani, menjelaskan bahwa seluruh proses kerja sama nantinya akan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk Permendagri Nomor 22 Tahun 2020 tentang tata kerja sama daerah.
“Kerja sama akan diawali dengan nota kesepahaman atau MoU, kemudian dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama yang lebih teknis,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Budy Setyawan, menyebut kebutuhan tenaga kesehatan di Kota Samarinda terus mengalami peningkatan. Saat ini jumlah tenaga kesehatan di lingkungan Pemkot Samarinda mencapai sekitar 1.892 orang dan diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 2.000 orang pada 2026 hingga 2027.
Menurut Budy, kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan yang sebagian besar masih aktif bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan.
Di sisi lain, Direktur Program Pascasarjana Universitas Megarezky, Julia Fitrianingsih, menjelaskan pihaknya menerapkan sistem pembelajaran hybrid yang memudahkan mahasiswa dari luar daerah, termasuk tenaga kesehatan di Samarinda, untuk melanjutkan pendidikan.
Ia menambahkan, kerja sama yang dibangun tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Julia, Samarinda memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan riset kesehatan, terlebih dengan posisi strategis Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Audiensi ditutup dengan harapan agar kerja sama antara Pemkot Samarinda dan perguruan tinggi mampu melahirkan inovasi dan program nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik serta pembangunan daerah. (adv)













































