SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Iduladha melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda yang digelar di Ballroom Arutala Bapperida Kota Samarinda, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, didampingi Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri. HLM TPID menjadi forum konsolidasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok dan menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur Bayuadi Hardiyanto, Kepala BPS Kota Samarinda, Satgas Pangan, jajaran perangkat daerah, unsur Forkopimda, camat, lurah, hingga sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam laporannya, Kepala Bagian Perekonomian Setkot Samarinda, Nadya Turisna, menyampaikan bahwa kondisi inflasi Kota Samarinda masih relatif terkendali. Berbagai langkah pengendalian terus dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), Operasi Pasar Murah (OPM), serta kerja sama bersama mitra strategis dan Bank Indonesia Kalimantan Timur.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, menjelaskan bahwa inflasi Kalimantan Timur pada April 2026 tercatat sebesar 2,5 persen secara year on year (y-on-y). Ia menyebut sektor transportasi masih menjadi penyumbang utama inflasi, diikuti kenaikan harga minyak goreng, cabai merah, dan angkutan udara.
“Penguatan sinergi dan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas harga daerah,” ujar Bayuadi.
Dalam arahannya, Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa pengendalian inflasi harus dilakukan secara terukur berbasis data yang akurat. Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya bertindak ketika lonjakan harga sudah terjadi, melainkan harus mampu melakukan antisipasi sejak dini.
“Forum ini amat penting karena membicarakan angka inflasi. Kalau berhasil dikendalikan, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tegas Andi Harun.
Ia menambahkan, Pemkot Samarinda akan memperkuat strategi 4K dalam pengendalian inflasi, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan stok, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Menurutnya, koordinasi bersama distributor, Bulog, Satgas Pangan, hingga aparat pengawas harus terus diperkuat untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap aman dan distribusi berjalan lancar, terutama menghadapi potensi hambatan akibat cuaca maupun kenaikan biaya transportasi.
“Begitu monitor data menunjukkan potensi kenaikan harga, kita harus bergerak cepat,” ujarnya.
Selain menjaga stabilitas harga, Andi Harun juga menekankan pentingnya menjaga iklim usaha tetap sehat agar pengendalian inflasi tidak menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.
Menutup sambutannya, Wali Kota kembali mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dan komunikasi dalam menjaga stabilitas ekonomi Kota Samarinda.
“Tidak ada keberhasilan yang dicapai sendiri. Semua dibangun melalui kerja sama, kolaborasi, dan sinergi yang konkret,” pungkasnya. (adv)














































