SAMARINDA – Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, melakukan kunjungan langsung ke ruang Command Center layanan Samarinda Siaga 112 di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Rabu (13/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap para operator dan relawan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menerima dan menangani laporan kedaruratan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Sekda berdialog bersama relawan Info Taruna Samarinda (ITS), operator layanan 112, serta perwakilan layanan kegawatdaruratan medis 119 (Doctor On Call). Ia menilai keberadaan layanan 112 memiliki peran penting sebagai pusat pengaduan masyarakat yang bekerja selama 24 jam.
“Bagi masyarakat, 112 menjadi tempat menyampaikan aduan dan meminta bantuan. Ini menunjukkan tingginya kepercayaan warga terhadap pelayanan pemerintah,” ujar Neneng.
Kepala Diskominfo Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah, menjelaskan layanan Samarinda Siaga 112 mulai dibangun sejak 2019 sebagai bagian dari pengembangan program Smart City. Menurutnya, layanan tersebut dikembangkan secara mandiri oleh Pemkot Samarinda dan terus diperkuat untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut, Diskominfo Samarinda bahkan memiliki ambulans operasional sendiri guna mempercepat penanganan kondisi darurat apabila respons dari instansi terkait mengalami keterlambatan. Selain menangani laporan kegawatdaruratan umum, layanan 112 juga membantu kebutuhan masyarakat seperti layanan pasien rujukan.
Sementara itu, Kepala Bidang Aplikasi dan Layanan E-Government Diskominfo Samarinda, Rahadi Rizal, mengungkapkan bahwa layanan 112 sempat mengalami lonjakan laporan saat pandemi Covid-19. Saat ini, layanan tersebut mampu membuka hingga 25 jalur panggilan sekaligus dengan sistem kerja tiga shift selama 24 jam penuh.
Menurut Rizal, kiprah Samarinda Siaga 112 juga mendapat perhatian nasional. Pada 2022, tim layanan 112 Samarinda diundang Kementerian Kominfo sebagai narasumber dan percontohan layanan kedaruratan untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi.
Dalam pemaparannya, Sekretaris Diskominfo Samarinda, Suparmin, turut memperlihatkan dashboard pemantauan layanan yang digunakan untuk memonitor respons penanganan secara real-time. Berdasarkan data yang ditampilkan, tingkat penyelesaian penanganan insiden saat ini mencapai 78,67 persen.
Menanggapi hal tersebut, Sekda meminta Diskominfo menyusun data terkait kecepatan respons masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) terhadap laporan masyarakat melalui layanan 112. Data tersebut nantinya diminta divisualisasikan dalam bentuk grafik evaluasi.
“Perlu ada pemetaan OPD yang cepat maupun lambat merespons aduan masyarakat. Ini penting untuk evaluasi pelayanan lintas sektoral,” tegasnya.
Selain itu, Neneng juga meminta berbagai kebutuhan layanan, mulai dari penambahan personel hingga dukungan sarana medis, segera dituangkan dalam telaahan untuk dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Kegiatan ditutup dengan diskusi bersama para operator dan relawan, dilanjutkan peninjauan langsung fasilitas kerja Samarinda Siaga 112. (adv)














































