SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat upaya penanganan banjir di sejumlah wilayah rawan genangan. Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, memimpin rapat koordinasi lintas perangkat daerah guna mempersiapkan aksi gotong royong penanganan banjir di kawasan Jalan Sukorejo, Kelurahan Lempake, Rabu (13/5/2026), di Balai Kota Samarinda.
Rapat tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah teknis, BPBD, hingga pihak kecamatan dan kelurahan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan banjir berjalan terkoordinasi dan tepat sasaran.
Penanganan diprioritaskan pada empat titik di kawasan Sukorejo yang selama ini kerap terdampak genangan saat hujan deras. Permasalahan utama berasal dari sedimentasi material pasir dari kawasan perbukitan yang menumpuk di saluran drainase dan menghambat aliran air.
Pemerintah Kota Samarinda mencatat terdapat 17 titik rawan banjir di berbagai wilayah kota. Namun, tahap awal penanganan difokuskan terlebih dahulu pada kawasan Sukorejo–Lempake sebagai lokasi yang membutuhkan penanganan cepat.
Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan gotong royong.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting agar proses pembersihan drainase dan penataan kawasan dapat memberikan dampak nyata bagi warga sekitar.
Sementara itu, Asisten II Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, meminta dukungan teknis dan kesiapan alat berat dari Dinas PUPR serta perangkat daerah terkait untuk mempercepat penanganan sedimentasi dan membuka jalur drainase yang tertutup material.
Aksi gotong royong dijadwalkan mulai dilaksanakan pekan ini dengan melibatkan warga RT setempat. Pemerintah berharap langkah kolaboratif tersebut dapat menjadi model penanganan banjir di wilayah lain sekaligus memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan dan sistem drainase kota. (adv)














































