SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat kesiapan dalam mendukung pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menjelang pelaksanaan Joint Coordinating Committee (JCC) ke-2, sinkronisasi pembangunan menjadi fokus utama yang tengah dimatangkan.
Hal tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Santi, di Balai Kota. Dalam pertemuan tersebut, seluruh perangkat daerah diminta memastikan arah pembangunan selaras dengan konsep Tri-City Development Plan (TCDP) yang dirancang pemerintah pusat melalui Bappenas.
Dalam skema tersebut, Samarinda memiliki peran strategis sebagai pusat layanan perkotaan atau “jantung” kawasan. Posisi ini menjadikan Samarinda sebagai penggerak sektor ekonomi, jasa, serta konektivitas regional dalam mendukung ekosistem pembangunan IKN.
Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Santi, menegaskan bahwa kesiapan perencanaan daerah menjadi faktor penting dalam mendukung integrasi pembangunan kawasan.
“Sinkronisasi ini penting agar arah pembangunan daerah sejalan dengan program strategis nasional,” ujarnya.
Sebelumnya, pembahasan teknis telah dilakukan melalui Technical Working Group (TWG) pada JCC ke-1 yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk pemerintah daerah, pemerintah provinsi, Bappenas, serta JICA. Hasil pembahasan tersebut akan diperdalam dalam JCC ke-2 agar lebih implementatif.
Saat ini, Pemerintah Kota Samarinda memfokuskan pada penyelarasan tata ruang, penguatan infrastruktur, serta penyusunan program prioritas menuju Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2027.
Selain itu, pengembangan potensi unggulan daerah juga mulai didorong, salah satunya melalui konsep eco cultural tourism yang mencakup wisata sungai dan wisata sejarah.
Dengan langkah tersebut, Samarinda menegaskan perannya sebagai bagian penting dalam pembangunan kawasan IKN yang terintegrasi dan berkelanjutan. (adv)














































