KUTIM – Pemerintahan Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi (ARMY) tengah menyiapkan langkah strategis untuk menyerap 50.000 tenaga kerja di Kabupaten Kutai Timur. Program ini menjadi salah satu prioritas dalam visi pembangunan daerah yang menekankan peningkatan kesempatan kerja dan pemberdayaan masyarakat.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Trisno, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya masih fokus pada penyusunan konsep, sementara implementasi besar-besaran ditargetkan mulai 2027 hingga 2030.
“Langkah awal yang kami lakukan adalah membangun big database ketenagakerjaan. Data ini penting agar kita memahami jumlah tenaga kerja, angkatan kerja, serta potensi peluang kerja di Kutim,” jelas Trisno saat ditemui Katakaltim, Selasa (3/2/2025).
Strategi kedua adalah pengembangan PATAKA (Pasar Tenaga Kerja). Berbeda dari bursa kerja konvensional, PATAKA menitikberatkan pada pencari kerja itu sendiri, baik dari sektor formal maupun non-formal, melalui e-katalog tenaga kerja yang akan memudahkan pencocokan kebutuhan tenaga kerja dengan peluang usaha.
Sementara strategi ketiga adalah optimalisasi dan pembangunan sektor usaha strategis berbasis padat karya. Fokus pada sektor ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Trisno menambahkan bahwa ketiga konsep ini diharapkan rampung pada pertengahan tahun. “Setelah konsep ini terealisasi, barulah program penyerapan tenaga kerja secara masif dapat dilaksanakan secara bertahap mulai 2027 hingga 2030,” ujarnya.
Dengan perencanaan strategis ini, Pemerintahan ARMY menegaskan komitmennya untuk menghadirkan peluang kerja yang lebih luas, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi dan daya saing Kutai Timur di masa depan. (adv)














































