KUTIM – Festival Adat dan Budaya Lom Plai, tradisi masyarakat Dayak Wehea di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, resmi tercatat dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Masuknya Lom Plai ke agenda nasional menegaskan posisi Kutim sebagai daerah yang konsisten melestarikan budaya berbasis kearifan lokal.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pariwisata Republik Indonesia dan merupakan hasil kurasi nasional terhadap event-event unggulan daerah. Pengakuan ini menjadi bukti bahwa Festival Lom Plai tidak hanya memiliki nilai budaya yang kuat, tetapi juga layak dipromosikan sebagai daya tarik wisata nasional.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Akhmad Rifanie, menilai pencapaian ini sebagai peluang strategis untuk memperluas promosi pariwisata daerah. Ia menyebut, keikutsertaan Lom Plai dalam KEN 2026 membuka ruang bagi peningkatan kunjungan wisatawan serta pertumbuhan ekonomi berbasis budaya.
Pelaksanaan festival yang berlokasi di Desa Nehas Liah Bing menampilkan tradisi Dayak Wehea yang masih hidup dalam keseharian masyarakat, mulai dari upacara adat, seni budaya, hingga nilai-nilai spiritual yang menyatu dengan alam. Berdasarkan kesepakatan panitia dan lembaga adat, festival akan digelar pada 23 Maret sampai 24 April 2026.
Guna mendukung kelancaran kegiatan, Dispar Kutim menyiapkan langkah teknis melalui koordinasi intensif dengan pemerintah desa, kecamatan, lembaga adat, serta pemangku kepentingan lainnya. Promosi lintas media dan pelibatan komunitas pariwisata turut dilakukan agar dampak festival dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, Festival Lom Plai diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara pelestarian tradisi dan pengembangan pariwisata berkelanjutan, sekaligus mendukung program unggulan pembangunan daerah Kabupaten Kutai Timur. (adv)












































