PINRANG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat diplomasi budaya dengan berpartisipasi pada Adventure Culture Pinrang International Folklore Festival (APIFF) 2025. Kehadiran Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin dalam malam penutupan festival di Lasinrang Park, Pinrang, Sulawesi Selatan, Rabu (26/11/2025), menjadi bukti dukungan penuh Pemkab Kukar terhadap pengembangan seni dan budaya di tingkat global.
Sebelum menghadiri agenda utama, Rendi beserta rombongan lebih dulu bersilaturahmi di rumah jabatan Bupati Pinrang. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, serta Ketua TP PKK Pinrang Sri Widiati. Pertemuan berlangsung hangat, ditandai dengan pertukaran cenderamata sebagai simbol persahabatan dan kolaborasi antardaerah.
Usai pertemuan tersebut, jajaran pimpinan daerah dari Pinrang dan Kukar berjalan kaki menuju area festival bersama delegasi dari delapan negara. Arak-arakan tersebut menjadi momen kebersamaan yang menegaskan semangat pertukaran budaya yang diusung APIFF.
Malam penutupan APIFF 2025 diisi beragam pertunjukan seni dari negara-negara peserta seperti Malaysia, Rusia, Meksiko, India, Zimbabwe, Madagaskar, dan Mozambik. Dari panggung internasional itu, Kukar tampil sebagai salah satu pembuka melalui tari Uyan Uma, yang dibawakan oleh delegasi seni binaan Dinas Pariwisata Kukar. Tarian tersebut menggambarkan tradisi masyarakat dalam mengelola ladang serta filosofi kerja sama yang mengakar dalam budaya lokal.
Penampilan delegasi Kukar disambut meriah oleh penonton dan tamu undangan. Sorak tepuk tangan mengiringi akhir tarian, menandakan apresiasi publik terhadap kekayaan seni yang dibawa dari daerah pesisir Mahakam tersebut.
Usai acara, Wabup Rendi memberikan apresiasi atas terselenggaranya APIFF yang dinilainya sebagai ruang penting bagi pertukaran budaya dunia. Ia menegaskan bahwa kehadiran Kukar dalam festival internasional ini bukan sekadar tampil, tetapi juga membawa misi pelestarian identitas daerah.
“Event ini luar biasa. Kukar bangga dapat ambil bagian dan memperkenalkan seni tari tradisional kita di panggung internasional. Semoga ini menjadi langkah untuk semakin mengangkat budaya Kukar di level nasional hingga global,” ujar Rendi.
Rendi juga menyempatkan diri menyapa langsung para penari Kukar yang tampil pada malam penutupan. Ia menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi mereka membawa nama baik daerah dalam festival internasional tersebut.
“Terima kasih karena sudah memperkenalkan budaya Kukar dengan bangga. Semoga semakin banyak masyarakat internasional mengenal seni dan tradisi kita,” tambahnya.
Bagi Pemkab Kukar, partisipasi dalam festival budaya skala besar semacam APIFF merupakan bagian dari strategi pengembangan pariwisata daerah. Dengan memperluas ekspos budaya, pemerintah berharap daya tarik wisata Kukar terus meningkat, seiring bertambahnya minat publik terhadap seni dan tradisi lokal.














































