Samarinda – Pemerintah kota Samarinda melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA), menggelar bazar murah di halaman masjid Agung Pelita, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda. Rabu (28/4/2021).
Kegiatan tersebut digelar guna mengantisipasi lonjakan harga sejumlah barang kebutuhan pokok menjelang perayaan hari raya Idul Fitri 1442 H. Bazar ini terselenggara atas kerja sama DP2PA, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Samarinda, TP PKK Kecamatan dan Kelurahan serta Hypermart Plaza Mulia Samarinda.
Meski digelar hanya sehari, awal buka hingga akhir terlihat sejumlah warga menyerbu bazar murah tersebut. Terdapat berbagai jenis produk dengan harga terjangkau.
Ketua TP-PKK Kota Samarinda, Hj Rinda Wahyuni Andi Harun dalam sambutannya mengimbau kepada masyarakat Samarinda agar tidak apatis dengan program yang diusung oleh pemerintah. Dirinya berharap agar program yang dicanangkan pemerintah akan memberikan banyak perubahan dan memberi dampak positif bagi masyarakat, termasuk kebersihan lingkungan.
“Ini merupakan rangkaian dari safari ramadan di 10 kecamatan, berupa bazar murah untuk masyarakat. Selain itu saya mengharap masyarakat untuk tidak apatis dengan program pemerintah, mari kita ubah mindset itu, kalau bukan kita yang menjaga Samarinda, siapa lagi.” ucap istri wali kota ini memberikan sambutan.
Tidak hanya itu, acara bazar diisi dengan berbagi dengan janda dan anak yatim serta kaum dhuafa, imam, dan penjaga masjid. Pembagian doorprize, dan bazar produk home industri oleh UPKS kelurahan se-Sungai Pinang.

Bazar Sembako Hypermart
Warga Sungai Pinang Samarinda terlihat antusias menyambut bazar murah ramadan ini. Hampir sebagian besar pengunjung adalah ibu-ibu rumah tangga, Menurut perwakilan Hypermart Plaza Mulia, Andi Muhammad Nadhif, harga bahan pokok yang mereka jual pada bazar tersebut berada dibawah harga eceran tertingggi (HET). Terdapat 50 varian produk yang mereka siapkan dengan harga yang sangat terjangkau. Dikatakan Andi, harga HET minyak goreng dari harga Rp 37 ribu menjadi Rp 27.500, Gula Rp 12,400,- dan produk lainnya.
“Tadi sebenarnya sempat kehabisan, namun kami hubungi gudang sehingga diantar lagi, sekitar 3 kali pick up. Animo masyarakat luar biasa, dari total kupon 500 yang dibagi, sepertinya ada juga yang beli tanpa kupon, tapi kami layani semua,” jelasnya
Untuk membedakan warga dari kecamatan Sungai Pinang dengan yang lain adalah melalui kupon, lanjut Andi. Tetapi bagi yang tidak memiliki kupon cukup dengan menunjukkan KTP.
“Untuk pemegang kupon, boleh membeli produk apapun, bebas memilih, tapi kalau yang umum dibatasi hanya untuk gula dan minyak saja.” tambahnya
Dirinya berharap agar kegiatan serupa bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya nilai sekecil apapun itu sangat berharga bagi masyarakat, apalagi di masa pandemi seperti ini.
“Harga yang kami siapkan ini diatas lima ribuan, namun harganya lebih murah dari harga pasaran bahkan ada yang diskon sampai 50 persen. Saya berharap warga Sungai Pinang dapat memanfaatkan belanja murahnya, sehingga sisanya dapat dipergunakan untuk keperluan lainnya.” jelasnya
Dapat Dukungan Masyarakat
Sementara salah seorang konsumen warga Sungai Pinang, Ella (31) menyambut baik program pemerintah terutama yang terkait dengan peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM dan kegiatan bazar pasar murah.
“Masa pandemi kan semua susah, kalau ada bazar seperti ini tentunya sangat bermanfaat bagi kami masyarakat kecil, harga terjangkau dan kualitasnya supermarket. Belum tentu kami dapat membeli produk itu di pusat perbelanjaan dengan harga yang sama,” ujarnya
Dirinya mengaku sangat mendukung program pemerintah yang pro rakyat. Kesulitan ekonomi paling tidak bisa dikurangi dengan adanya bazar murah itu.
“Apalagi jelang lebaran, biasanya harga naik, kami susah membelinya. Adanya bazar murah yang diadakan pemerintah ini malah sangat membantu banget. Terima kasih buat pemerintah,” tuturnya dengan riang.
Pewarta Chai














































