TENGGARONG, Linimasa.co – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam penanganan stunting, Asisten I Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Kabupaten Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, menghadiri presentasi kelas Tim Pendamping Keluarga (TPK) Hebat Seri II tahun 2024 secara virtual di ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar.
Kegiatan ini diselenggarakan secara daring Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan tema “Kehamilan Sehat Keluarga Bahagia”, dihadiri Sekretaris DP2KB Kukar Mastukah, Plt Dinkes Kukar Kusnandar, Camat Kenohan Kaspul, Kades Kahala Mahlan, Diskominfo Kukar, Bappeda Kukar dan TP PKK Kukar.
Dalam kegiatan ini, TPK Desa Kahala berhasil menjadi salah satu masuk 3 besar terbaik nasional, bersama dengan TPK Kelurahan Bausasran Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, dan TPK Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.
Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, dalam sambutannya secara virtual, mengapresiasi dan mendukung upaya semangat dan kerja keras TPK dalam melakukan pendampingan kepada sasaran keluarga beresiko.
Edi, dalam sambutannya secara virtual, mengucapkan terima kasih dan memberikan dukungan kepada TPK atas upaya mereka dalam memberikan bantuan dan pendampingan kepada keluarga yang berisiko, serta memuji kegigihan dan dedikasi tim dalam melaksanakan tugas tersebut.
“Mari kita wujudkan generasi emas bebas stunting untuk Kutai Kartanegara. Saya pesankan penanganan stunting harus fokus, datanya harus terupdate setiap saat,” ujar Edi.
Edi berharap jajaran Pemkab Kukar dan semua elemen masyarakat untuk kerja keras khususnya dalam penanganan stunting agar berjalan dengan baik.
“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat. Kita bekerja sama dalam hal penanganan stunting untuk perbaikan kualitas kehidupan masyarakat kabupaten Kutai Kartanegara,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, anggota TPK Desa Kahala, yakni Sri Ayundari Wulandari, Rini Dwi Salsabila Nazwa dan Hadiahul Kubra membahas aspek fasilitasi rujukan pelayanan kesehatan dan juga menyajikan inovasi “Kerakatan TPK Kan Penguling” yang dilakukan TPK dengan mengikutsertakan dukun bayi pada saat pendampingan.














































