KUTIM – Gelanggang Olahraga (GOR) Kudungga, Sangatta, bergemuruh oleh tepuk tangan panjang sesaat setelah nada terakhir bergema, Senin (15/12/2025) malam. Penampilan kolosal 1.000 siswa Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bina (YPPSB) Kutai Timur menutup rangkaian Young Voice Concert dengan kesan mendalam, sekaligus menegaskan besarnya potensi generasi muda daerah ini.
Di bawah tata cahaya panggung yang megah, seribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas berdiri rapi membentuk paduan suara massal. Dengan konsentrasi penuh, mereka mengikuti arahan konduktor Hendra Yanuardi, menghadirkan harmoni suara yang terstruktur, padu, dan sarat penghayatan. GOR Kudungga yang lazim digunakan untuk kegiatan olahraga pun berubah menjadi ruang pertunjukan seni yang penuh nuansa musikal.
Penampilan tersebut diperkuat iringan marching band yang dikemas dalam format orkestra. Perpaduan instrumen musik dengan vokal para siswa menciptakan suasana megah namun tetap hangat dan emosional. Dua lagu bertema harapan dan kebersamaan, Lihat Lebih Dekat dan Selalu Ada di Nadimu, menjadi puncak pertunjukan yang menyentuh emosi penonton.
Lirik-lirik lagu yang menggambarkan masa depan, persatuan, dan optimisme terasa semakin bermakna ketika dinyanyikan secara serempak oleh seribu suara muda. Penonton tampak larut dalam suasana, sebagian mengikuti irama, sementara yang lain menyaksikan dengan raut wajah penuh kebanggaan dan kekaguman.
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, yang hadir langsung menyaksikan pertunjukan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas penampilan para siswa. Ia menilai konser ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan cerminan pembinaan karakter dan kedisiplinan generasi muda.
“Saya merasa sangat bangga dan terkesan. Penampilan anak-anak YPPSB malam ini menunjukkan kerja sama, disiplin, dan karakter yang kuat. Ini adalah pertunjukan yang tertata dan penuh makna,” ujarnya.
Mahyunadi menambahkan, kegiatan seni dan budaya memiliki peran strategis dalam membentuk kepercayaan diri serta kepekaan emosional anak-anak. Menurutnya, ruang-ruang ekspresi seperti Young Voice Concert perlu terus didukung agar potensi generasi muda dapat berkembang secara optimal.
Young Voice Concert YPPSB bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga perwujudan dari proses panjang latihan, dedikasi, dan semangat kolektif. Saat gema tepuk tangan menutup malam itu, satu pesan tersampaikan dengan kuat: harmoni yang dibangun bersama mampu melahirkan keindahan dan harapan bagi masa depan Kutai Timur. (adv)













































