Samarinda, linimasa.co – Usaha di bidang jasa pernikahan atau yang karib dikenal sebagai wedding organizer (wo) mengalami pasang surut diterjang gelombang pandemi Covid-19. Agar bertahan di tengah badai pandemi, sejumlah pengusaha WO harus membuat strategi baru agar tetap mendapatkan klien.
Hal ini terungkap saat linimasa.co menyambangi pemilik Memories Organizer, Jessica Ruslim pada acara Big Wedding Festival (BWF) di Atrium Bigmall, Jl. Untung Suropati Samarinda, Senin (18/10/2021).
Menurutnya, permintaan untuk even pernikahan tetap ada seperti tahun sebelumnya namun dari segi harga mengalami penurunan drastis. Pasalnya ada pengurangan durasi acara, pengurangan jumlah tamu undangan dan pengurangan jumlah porsi hidangan bagi tamu.
“Pastinya berdampak banget, biasanya acara pernikahan dihadiri minimal 500 orang, namun saat pandemi malah maksimal 50 orang saja.” ungkapnya
Usaha yang dirintis sejak 2014 lalu, mulai bangkit saat pemerintah kota Samarinda memberikan kelonggaran kebijakan bagi dunia usaha, untuk kembali menjalankan usahanya seperti sedia kala namun tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Saat ini banyak klien yang meminta untuk mengadakan pernikahan dengan konsep intimate wedding, pernikahan outdoor, selain sirkulasi udaranya luas, juga lebih mudah penetapan protokol kesehatannya,” ujarnya.

Jessy mengaku usahanya berawal dari hobbi yang digeluti di bidang fotografi, kemudian dirinya berkenalan dengan banyak vendor penyedia jasa pernikahan. Hingga akhirnya dirinya membuat wedding organizer dengan label Memories Organizer.
“Keunggulan kami adalah memberikan konsultasi kepada calon pengantin terkait tema dan konsep acara, meski belum sepakat harga tapi kami tetap melayani, baik secara langsung maupun melalui pesan singkat di WA,” tuturnya.
Dirinya bekerja sama dengan beberapa vendor acara pernikahan, salah satunya adalah pengusaha jasa make up dan dekorasi, Titi Chorina. Menurut Titi, usaha jasa WO mengalami grafik menurun sejak pandemi melanda, meski ada saja klien yang melaksanakan di masa pandemi namun mengalami penurunan dibanding tahun sebelum pandemi.
“Berkurang banget, tapi adalah yang tetap laksanakan dengan sangat sederhana, karena sangat dibatasi, tidak boleh menimbulkan kerumunan. Biasanya pihak keluarga calon pengantin ikut make up, sekarang hanya calon pengantin dan kedua orang tuanya,” keluhnya.
Kendati demikian, dirinya bersyukur tetap mendapatkan order meski tidak sebanyak sebelum pandemi.
“Dengan dilonggarkannya kebijakan pemerintah, kami berharap bisnis wedding organizer ini bisa kembali bangkit seperti sebelumnya,” harap Titi.
Big Wedding Festival 2021 merupakan festival wedding terbesar di Kalimantan Timur yang diadakan oleh Seven Promosindo, dengan mengusung tema Beauty in Simplicity. BWF diadakan sejak tanggal 15 hingga 20 Oktober 2021 di Atrium Bigmall Samarinda.













































