KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama panitia pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur menggelar silaturahmi sekaligus pembubaran panitia sebagai bentuk syukur atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Acara berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Selasa (16/12/2025), dan dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didampingi Sekretaris Kabupaten Rizali Hadi selaku Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kutim.
Kegiatan tersebut menjadi penegasan atas capaian Kutim yang berhasil meraih predikat Juara Umum MTQ ke-45 Kaltim, sekaligus mengakhiri dominasi Kabupaten Kutai Kartanegara yang sebelumnya mempertahankan gelar juara selama enam kali berturut-turut.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari perencanaan yang matang dan strategi pembinaan yang terukur. Ia menegaskan bahwa tantangan selanjutnya tidak kalah berat, yakni menjaga konsistensi prestasi pada pelaksanaan MTQ berikutnya.
“Tantangan terberat kita sekarang bukan lagi meraih juara umum, tetapi bagaimana mempertahankannya,” ujar Ardiansyah.
Ia menjelaskan, salah satu faktor utama keberhasilan Kutim adalah perubahan signifikan dalam pola pembinaan qori dan qoriah. Jika sebelumnya pembinaan dilakukan dalam waktu relatif singkat, pada MTQ ke-45 masa persiapan diperpanjang hingga sembilan bulan dengan melibatkan pelatih berpengalaman di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, sebagian besar qori dan qoriah yang meraih prestasi berasal dari Kutim sendiri. Ini menunjukkan hasil pembinaan yang berjalan dengan baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ardiansyah menyampaikan bahwa perhatian Kutim kini difokuskan pada persiapan MTQ tingkat Provinsi Kaltim 2026 yang akan digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara. Ia mengingatkan bahwa upaya mempertahankan gelar juara umum akan semakin berat, mengingat peserta yang meraih juara pertama pada MTQ sebelumnya tidak diperkenankan mengikuti cabang lomba yang sama.
“Untuk menjadi juara kita bekerja keras, tetapi mempertahankannya jauh lebih berat. LPTQ tidak memiliki waktu untuk berleha-leha dalam menyiapkan para peserta,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua LPTQ Kutim Rizali Hadi mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ ke-45. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan mendapatkan respons positif dari kafilah daerah lain, dengan minimnya keluhan selama kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah, Kutim berhasil meraih juara umum dengan total 53 peraih prestasi, terdiri dari 19 peserta terbaik pertama, tujuh terbaik kedua, 18 terbaik ketiga, serta sembilan peserta harapan satu dan dua,” jelas Rizali.
Menghadapi MTQ tingkat provinsi selanjutnya, LPTQ Kutim menegaskan perlunya penyusunan program pembinaan dan latihan yang berkelanjutan sejak dini. Penyiapan sumber daya manusia yang kompeten serta dukungan anggaran yang memadai dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga prestasi dan kembali mengharumkan nama Kutai Timur di tingkat provinsi. (adv)













































