Samarinda, linimasa.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali menyalurkan bantuan beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah untuk warga penerima bantuan. Penyaluran sendiri akan dilakukan dalam waktu dekat. Hal ini setelah melihat kondisi harga beras kembali bergejolak memasuki bulan Ramadhan.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Marnabas mengatakan saat ini harga beras di pasar-pasar induk diakuinya mulai mengalami kenaikan dari Rp 8 ribu kini melonjak diangka Rp 9.700 per kilogram khusus beras Bulog untuk kelas premium.
Dalam mengantisipasi agar tidak terjadinya inflasi, maka Pemkot pun langsung bergerak cepat. Jumat (31/3/2023) siang tadi, Wali Kota Samarinda langsung menggelar rapat koordinasi persiapan pendistribusian Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) bersama para Lurah dan Camat di gedung Balai Kota.
Untuk memuluskan aksi ini, Wali Kota Samarinda Andi Harun membentuk tim yang di ketuai Dinas Perdagangan Samarinda dibantu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Dinas Sosial.
“Maksudnya agar dalam proses pendistribusian bantuan beras nanti, bapak ibu Lurah dan Camat bisa langsung berkoordinasi dengan tiga dinas yang saya sebutkan tadi terkait teknis penyalurannya demi kesuksesan operasi penyaluran beras tersebut,”pinta Wali Kota.
Jika berjalan, operasi beras ini sudah kedua kalinya berlangsung. Hal ini untuk membantu warga akan kebutuhan beras selama bulan ramadhan. Mengingat memasuki bulan puasa permintaan akan kebutuhan pokok pangan tinggi, sehingga mengakibatkan ada spekulasi harga terjadi di pasar.
“Untungnya kita masih punya stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras yang tersimpan di gedung Bulog. Sehingga mulai minggu depan sudah siap didistribusikan,”tuturnya.
Langkah ini diambil, untuk mengendalikan angka inflasi di kota Samarinda agar tetap terkendali. Pasalnya, menurut Andi Harun angka Inflasi kota Tepian pada bulan Februari kemarin berada di bawah angka inflasi Kaltim dan nasional.
“Tentu ini terbaik bagi Samarinda di saat barang kebutuhan pangan dan pokoknya 70 persen banyak berasal dari luar daerah tapi kondisi inflasi kita masih terjaga. Jadi melihat kondisi harga beras yang mulai baik maka kembali pemerintah harus siap dari segala rencana dalam membantu warga,”pesannya.
Sementara, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Samarinda, Maradona Singal menambahkan jika penyaluran bantuan sosial berupa beras tadi merupakan instruksi langsung dari Presiden RI melalui Kepala Badan Pangan Nasional agar penyaluran beras ini bisa langsung diberikan kepada penerima bantuan sebanyak 10 kilogram untuk setiap kepala keluarga dengan alokasi pagu selama tiga bulan terhitung dari bulan Maret hingga Mei.
“Jadi pemberian bantuan pangan ini sebagai upaya untuk menanggulangi kekurangan pangan yang berdampak pada krisis pangan dan gizi serta inflasi,”urainya.
Di kota Samarinda sambung dia, warga yang menerima bantuan atau manfaat nanti sudah terdata dimana jumlahnya ada sebanyak 26.924 kepala keluarga yang tersebar di 10 Kecamatan.
Dimana jumlah beras yang akan di distribusikan untuk 10 Kecamatan tadi ada sebanyak 269.240 kilogram beras yang sudah dirincikan untuk setiap Kecamatan.
“Tinggal nanti penerima bantuan sebelum mengambil jatah berasnya harus mengisi data terlebih dahulu melalui form yang sudah kita siapkan dengan catatan warga ini sudah terverifikasi melalui kelurahan,”ungkapnya.














































