KUTIM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melaksanakan pelatihan penguatan kapasitas Ketua Tim Literasi Sekolah (TLS) sebagai bagian dari rangkaian Festival Literasi Kutai Timur #1. Kegiatan berlangsung di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi dengan dihadiri lebih dari 300 Ketua TLS secara luring dan daring.
Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma Yuwinda, menyatakan bahwa Gerakan Literasi Sekolah merupakan program strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan melalui peningkatan budaya baca dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Irma menjelaskan, berbagai capaian telah diraih, termasuk pelatihan penulisan puisi serta artikulasi literasi hingga terkumpul 11.045 karya puisi dari sekolah-sekolah di Kutim.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi digital dan fondasi literasi dasar berupa kemampuan membaca dan menulis. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus meningkatkan infrastruktur digital sekolah, termasuk akses internet melalui Starlink dan persiapan 35 sekolah sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).
Sementara itu, Bunda Literasi Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, menekankan bahwa TLS memiliki peran strategis sebagai penggerak budaya literasi. Ia mendorong TLS membangun kolaborasi dengan guru, orang tua, dan masyarakat serta mengoptimalkan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang menarik.
Pelatihan ini menghadirkan Advisor Nyalanesia, Imam Subchan, yang menekankan pentingnya kepemimpinan yang berintegritas dalam menggerakkan perubahan di satuan pendidikan. Melalui penguatan TLS, pemerintah daerah berharap budaya literasi di Kutim semakin terukur, inklusif, dan berkelanjutan. (adv)













































