KUTIM – Upaya penguatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia industri. Komitmen tersebut ditandai dengan serah terima program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC) kepada Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) Kutim yang dilaksanakan secara simbolis di hadapan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Agama Islam Sangatta (YPTAIS) Kutim periode 2025–2030 yang berlangsung pada Sabtu (20/12/2025) di Gedung STAIS Kutim. Melalui program CSR ini, PT KPC menyalurkan bantuan revitalisasi dan rehabilitasi fasilitas kampus STAIS dengan total nilai mencapai Rp4.056.741.583, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan mutu sumber daya manusia di daerah.
Ketua STAIS Kutim, Satriah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutim serta PT KPC atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, bantuan rehabilitasi gedung kampus tersebut mencerminkan kepedulian konkret terhadap pengembangan pendidikan tinggi keagamaan di Kutai Timur.
Ia menilai, tersedianya fasilitas kampus yang lebih layak, nyaman, dan representatif akan berdampak positif terhadap semangat belajar mahasiswa serta meningkatkan produktivitas dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu, dukungan kebijakan dan pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Kutim selama proses pembangunan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan peran STAIS dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat.
Satriah juga menjelaskan bahwa revitalisasi gedung kampus merupakan bagian dari transformasi kelembagaan STAIS Kutim setelah berhasil meraih akreditasi program studi dengan predikat “Baik Sekali”. Keberadaan sarana akademik yang telah diperbarui tersebut melengkapi aspek kelayakan dan kenyamanan fasilitas penunjang yang menjadi unsur penting dalam penilaian akreditasi.
Ke depan, STAIS Kutim menargetkan peningkatan status kelembagaan menuju institut maupun universitas, sejalan dengan rekomendasi para asesor akreditasi. Untuk mewujudkan hal tersebut, STAIS berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, dunia industri, dan masyarakat luas dapat terus terjalin.
Sementara itu, General Manager External Affairs & Sustainable Development PT KPC, Wawan Setiawan, menjelaskan bahwa program CSR ini berangkat dari gagasan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman untuk menjadikan STAIS sebagai lingkungan kampus yang nyaman, indah, dan membanggakan bagi seluruh civitas akademika. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pembangunan dilaksanakan sesuai prosedur, transparan, dan akuntabel, dengan pengawasan berkelanjutan yang melibatkan pihak yayasan dan kampus.
Program revitalisasi dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama dimulai pada 2 Juli 2025 dengan fokus pada pembangunan masjid, gedung rektorat, perpustakaan, serta renovasi gedung pembelajaran. Selanjutnya, tahap kedua diarahkan pada perbaikan infrastruktur penunjang, termasuk betonisasi jalan lingkungan kampus dan area parkir rektorat.
Dalam sambutannya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi kontribusi PT KPC dalam meningkatkan kualitas sarana dan lingkungan kampus STAIS. Ia menekankan bahwa pembangunan fisik perlu diimbangi dengan pengelolaan dan perawatan lingkungan yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kutim, PT KPC, dan STAIS Kutim, diharapkan dapat terwujud ekosistem pendidikan tinggi keagamaan yang berkualitas dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi dalam mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia bagi masa depan daerah. (adv














































