Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) berfokus pada peningkatan produk unggulan dari desa dan kecamatan melalui program Kukar Idaman.
Salah satu langkah konkrit yang diambil adalah menjadikan kue Keroncong atau jajak Keroncong sebagai produk unggulan dari Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Langkah ini didukung oleh perhatian Pemkab Kukar terhadap para pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) jajak Keroncong.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, memberikan bantuan berupa 42 rombong kepada masyarakat untuk mendukung aktivitas jual beli jajak Keroncong.
Respons masyarakat terhadap bantuan tersebut sangat antusias, dengan harapan adanya bantuan lain yang diterima oleh masyarakat, terutama pelaku UMKM.
“Alhamdulillah, dengan bantuan ini semoga saya dan pedagang di sini bisa semakin sukses, dagangannya bisa semaki laku,” ucap Sisilia, salah satu pedagang kue Keroncong.
Selain penyerahan bantuan rombong, Pemkab Kukar juga memantau area sekitar tempat berjualan jajak Keroncong.
Dari pantauan tersebut, terdapat sejumlah titik yang terlihat kumuh, dan akan segera dibenahi melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kukar.

Wakil Bupati Rendi Solihin menjelaskan bahwa jajak Keroncong menjadi salah satu ciri khas Desa Teluk Dalam dan sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat luas.
“Ini menjadi salah satu keunggulan Desa Teluk Dalam. Semoga bisa menjadi daya tarik tersendiri, dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” ucap Rendi.
Oleh karena itu, Pemkab Kukar ingin mendorong agar jajak Keroncong ini dapat menjadi produk unggulan.
Bantuan kepada pelaku UMKM merupakan salah satu perwujudan dari program Kukar Idaman, di mana pada 2024 mendatang Pemkab Kukar fokus untuk meningkatkan produk unggulan dari desa dan kecamatan.
Rendi juga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan program permodalan yang dikeluarkan oleh Bankaltimtara guna mengembangkan usaha.
Dengan demikian, diharapkan produk unggulan dari desa dan kecamatan dapat menjadi daya tarik tersendiri dan meningkatkan pendapatan masyarakat.














































