KUTIM – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-4 Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Kabupaten Kutim Tahun 2026. Kegiatan yang mengangkat tema “Berkolaborasi dan Berinovasi” tersebut digelar di Aula Gedung Wanita Bukit Pelangi, Minggu (8/2/2026).
Musda ke-4 JSIT Kutim menjadi ruang strategis bagi konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran pendidikan Islam terpadu dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah. Kegiatan ini juga menandai proses estafet kepemimpinan serta perumusan arah kebijakan organisasi ke depan.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah mengungkapkan bahwa Kabupaten Kutai Timur berhasil meraih predikat Grade A pelayanan publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Di tingkat Provinsi Kalimantan Timur, Kutim masuk dalam jajaran daerah dengan kinerja pelayanan publik terbaik.
“Pengakuan ini harus diterjemahkan dalam pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Salah satu wujudnya adalah konsistensi pemerintah daerah dalam memenuhi belanja wajib sektor pendidikan,” ujar Ardiansyah.
Ia menegaskan, meskipun kapasitas fiskal daerah pada tahun anggaran 2026 mengalami penyesuaian menjadi Rp5,7 triliun dari sebelumnya Rp9 triliun, Pemerintah Kabupaten Kutim tetap mempertahankan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD. Menurutnya, pendidikan tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
Ardiansyah juga menekankan bahwa pelayanan pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada perluasan akses dan pengurangan beban biaya masyarakat. Program bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam gratis, buku, dan sepatu terus dipertahankan agar tidak ada anak yang terhambat mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi.
“Pelayanan pendidikan harus menjangkau semua lapisan masyarakat. Program bantuan perlengkapan sekolah adalah upaya memastikan akses pendidikan yang adil dan merata,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati berharap Musda ke-4 JSIT Kutim mampu melahirkan program kerja yang aplikatif dan berdampak langsung, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman.
“JSIT diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mencetak generasi yang unggul secara akademis, berakhlak mulia, serta memiliki kedalaman spiritual. Jaringan sekolah yang ada juga diharapkan mampu meratakan standar mutu pendidikan hingga ke tingkat kecamatan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua JSIT Kutim, Khoiruddin Harahap, menyampaikan bahwa Musda merupakan momentum penting untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan amanah organisasi. Tema “Berkolaborasi dan Berinovasi” dipilih sebagai respons atas tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks.
“Kami meyakini bahwa pendidikan tidak dapat dijalankan secara individual. Diperlukan semangat kerja tim dan ta’awun untuk menjawab tantangan yang ada,” ujarnya.
Khoiruddin juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kutim terhadap pengembangan JSIT, khususnya melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan. Dukungan tersebut dinilai berperan besar dalam penguatan program dan pengembangan kelembagaan JSIT di Kutim.
“Perhatian dan dukungan pemerintah daerah sangat membantu keberlanjutan program JSIT, baik dari sisi sarana maupun penguatan program pendidikan,” pungkasnya.
Musda ke-4 JSIT Kutim diharapkan menjadi landasan evaluasi program sebelumnya sekaligus perumusan visi dan arah kebijakan organisasi untuk empat tahun mendatang. (adv)














































