Tenggarong — Tingkat kemiskinan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tercatat mengalami penurunan signifikan pada tahun 2025. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Kukar turun dari 7,28 persen pada tahun 2024 menjadi 6,72 persen pada tahun 2025.
Data ini dirilis BPS melalui tabel statistik kemiskinan antar-kabupaten/kota, yang menunjukkan seluruh daerah di Kalimantan Timur mengalami dinamika penurunan maupun kenaikan angka kemiskinan, dengan Kutai Kartanegara menjadi salah satu daerah yang menunjukkan tren membaik.
Penurunan sebesar 0,56 poin persentase tersebut menjadi indikator positif dalam upaya Pemerintah Kabupaten Kukar mengatasi permasalahan kemiskinan melalui sejumlah program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan terarah kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurut BPS, perhitungan penduduk miskin dilakukan berdasarkan garis kemiskinan nasional yang mencakup pengeluaran minimal untuk kebutuhan makanan dan non-makanan. Dengan menurunnya persentase penduduk miskin di Kukar, hal ini menunjukkan adanya peningkatan daya beli dan perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat sepanjang 2024–2025.
Meskipun demikian, BPS belum merilis data resmi mengenai distribusi kemiskinan per kecamatan di Kukar pada tahun 2025. Data yang tersedia baru mencakup tingkat kabupaten/kota. Oleh karena itu, analisis lebih rinci di tingkat kecamatan masih perlu menunggu publikasi resmi berikutnya dari BPS Kukar atau pemerintah daerah.
Secara keseluruhan, tren penurunan kemiskinan ini menjadi modal penting bagi Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mencapai sasaran pembangunan jangka menengah, termasuk target nasional penurunan angka kemiskinan yang lebih agresif pada tahun-tahun mendatang.













































