KUTIM – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Arm Wrestling 2025 resmi digelar di Ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Minggu (14/12/2025). Ajang ini diikuti atlet Arm Wrestling dari berbagai daerah di Kalimantan Timur dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur (Kutim) Basuki Isnawan, Ketua ISPF Kutim Junaidi, serta para atlet peserta kejuaraan.
Kejurprov tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa olahraga tidak hanya dimaknai sebagai sarana meraih prestasi, tetapi juga sebagai upaya menjaga kebugaran masyarakat sepanjang usia.
“Dalam olahraga kita mengenal salam olahraga. Bagi atlet prestasi, jawabannya adalah ‘Jaya’. Tetapi bagi masyarakat yang ingin hidup sehat dan bugar, jawabannya adalah ‘Bugar Sepanjang Usia’,” ujar Ardiansyah Sulaiman.
Bupati menyampaikan bahwa Kejurprov Arm Wrestling telah menjadi agenda rutin yang diselenggarakan di Kutim dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan pada 2024, Kutim sukses menggelar International Arm Wrestling Tournament yang diikuti atlet dari sejumlah negara serta atlet nasional dari berbagai daerah di Indonesia.
“Pada 2024 kita sudah menyelenggarakan International Arm Wrestling Tournament. Kita kedatangan atlet dari Uzbekistan, Rusia, Azerbaijan, Thailand, serta atlet nasional dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka sangat terkesan dengan pelaksanaan kegiatan ini,” ungkapnya.
Meski Arm Wrestling belum termasuk cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan berada di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), Bupati menilai cabang ini tetap memiliki nilai prestasi dan potensi untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Apakah itu KONI atau KORMI, pada prinsipnya tetap olahraga. Dan Arm Wrestling ini cukup ramai dipertandingkan di berbagai event internasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ardiansyah menilai penyelenggaraan kejuaraan olahraga berskala besar memberikan dampak berantai bagi daerah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan perkembangan sektor ekonomi kreatif.
“Yang kita inginkan bukan hanya olahraganya, tetapi dampak multiplier-nya. Alhamdulillah dampak ekonomi yang ditimbulkan cukup luar biasa. Ini menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi kerakyatan Kutim dan memunculkan industri kreatif,” ujarnya.
Selain Arm Wrestling, Pemerintah Kabupaten Kutim juga terus mendorong perkembangan cabang olahraga lain agar mampu bersaing di tingkat nasional, seperti panjat tebing, bulu tangkis, dan bola voli. Sementara di cabang sepak bola, Persikutim United saat ini tengah berkompetisi di Liga 3 Nusantara.
Tidak hanya fokus pada olahraga, Bupati turut menyoroti peran strategis pemuda Kutim dalam berbagai sektor pembangunan. Menurutnya, Kutim memiliki peluang besar untuk meraih predikat Kabupaten Layak Pemuda, sejajar dengan daerah lain seperti Balikpapan dan Samarinda.
“Pemuda Kutim memiliki peluang besar, tidak hanya di olahraga, tetapi juga di pertanian, perikanan, industri kreatif, ekonomi, hingga inovasi sosial seperti Rumah Restorative Justice yang digagas KNPI,” jelasnya.
Kejurprov Arm Wrestling 2025 dijadwalkan berlangsung selama satu hari, menyesuaikan dengan karakter pertandingan yang relatif singkat. Meski demikian, kejuaraan ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial sekaligus memperkuat eksistensi Arm Wrestling di Kalimantan Timur. (adv)













































