KUTAI KERTANEGARA – Bupat Kutai Kertanegara (Kukar) Edi Damansyah meminta seluruh masyarakat agar memajukan budidaya jamur tiram di daerahnya mengikuti jejak sukses warga Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Hal ini dilakukan guna menyusul peningkatan permintaan jamur yang diprediksi meningkat seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Dalam rangka meningkatkan sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Kukar terus mendorong dan memfasilitasi para petani untuk maju dan berkembang,” Ungkap Edi Damansyah. Rabu (19/6/2024).
Selain itu, Edi Damansyah mencontohkan salah satu kesuksesan yang diunggulkan adalah I Made Susana, petani jamur tiram dari Desa Kerta Buana.
Dengan pengalamannya selama enam tahun, dirinya kini mampu memproduksi hingga 150 kilogram jamur per hari, dengan harga jual mencapai Rp30 ribu per kilogram.
“Atas dedikasinya dalam berbagi ilmu, lokasi budi daya jamur tiram yang dikelolanya kini dijadikan pusat pelatihan,” ucap Edi sapaan akrabnya.
Sementara itu, petani jamur tiram, I Made Susana menjelaskan proses budidaya jamur tiram memakan waktu sekitar 120 hari per periode, termasuk pembuatan baglog selama 7 hari, inkubasi 30 hari, dan masa pertumbuhan jamur selama 80 hari.
“Pemkab Kukar siap mendukung pengembangan pertanian di wilayah ini. Bagi yang berminat belajar budi daya jamur tiram, saya mengundang untuk belajar langsung di Desa Kerta Buana,” Ucapnya.
Diharapkan dengan adanya dukungan ini, budidaya jamur tiram dapat menjadi salah satu sektor unggulan baru bagi petani di Kabupaten Kukar, turut mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang. (adv/kominfokukar)














































