Kutai Kartanegara – Peringatan Hari Pahlawan di Kutai Kartanegara tahun ini tak hanya menjadi ajang mengenang jasa para pejuang bangsa. Lebih dari itu, menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan dalam membangun daerah dan bangsa di tengah tantangan zaman.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara, Sunggono, usai menghadiri Upacara Ziarah Nasional dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Biru, Tenggarong, Senin (10/11/2025).
Upacara dipimpin Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Khairul Basyar, dengan Ipda Robert Rore bertugas sebagai komandan upacara. Kegiatan berlangsung khidmat, diikuti oleh pasukan gabungan dari Kodim 0906/KKR, Polres Kukar, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, dan Damkar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peletakan karangan bunga di tugu pahlawan, dilanjutkan tabur bunga di makam para pahlawan oleh Sekda Sunggono bersama unsur Forkopimda Kukar.
Namun bagi Sunggono, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan.
“Ziarah ini bukan hanya mengenang, tapi juga merenungkan. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan luar biasa dari para pahlawan. Tugas kita sekarang adalah menjaga dan melanjutkan semangat itu,” ujarnya.
Ia menekankan, nilai keberanian, ketulusan, dan pengorbanan para pahlawan harus tercermin dalam cara masyarakat menjalani kehidupan hari ini — termasuk dalam membangun daerah.
“Dari Kutai Kartanegara, ada pahlawan yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Itu kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Dari Kukar untuk Indonesia, semangat mereka harus tetap hidup,” imbuhnya.
Lebih jauh, Sunggono mengingatkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam meneruskan perjuangan dengan cara berbeda — bukan lagi melalui peperangan, melainkan melalui karya nyata dan kontribusi positif bagi pembangunan.
“Sekarang perjuangan itu bentuknya bukan angkat senjata, tapi bekerja dengan integritas, berkarya untuk daerah, dan menjaga persatuan. Itulah makna Hari Pahlawan bagi kita hari ini,” tegasnya.
Peringatan Hari Pahlawan tahun ini diharapkan menjadi pengingat kolektif bagi masyarakat Kukar untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air. Dari makam para pahlawan di Bukit Biru, pesan perjuangan itu terus bergema — bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan warisan yang harus dijaga bersama.














































