Opini, linimasa.co – Kota Bontang dikenal juga sebagai kota industri. Hal ini karena di Bontang terdapat 2 perusahaan industri terbesar di Indonesia yaitu PT Badak NGL dan PT Pupuk Kalimantan Timur. Kali ini, kami akan mengulas hadirnya PT Pupuk Kaltim. Langsung saja kita simak!
Sampai saat ini, perekonomian Kota Bontang masih didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan. Pada tahun 2019, nilai tambah yang dihasilkan oleh lapangan usaha tersebut adalah sekitar 47,20 triliun rupiah dan berkontribusi sebesar 80,72 persen di dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto Kota Bontang. Nilai nominal Produk Domestik Regional Kota Bontang pada tahun 2019 tercatat sekitar 58,479 triliun rupiah. Dari total PDRB tersebut sebesar 47,2 triliun atau 80,72% didominasi oleh industri pengolahan. (Catatan Atas Laporan Keuangan)
Perusahaan yang bergerak di sektor industri pengolahan salah satunya adalah PT Pupuk Kalimantan Timur yang hasil produksinya berupa urea, amoniak, dan NPK. Dilansir dari media kontan.co.id, Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur Rahmat Pribadi mengungkapkan, kuartal I-2021 PKT berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 762 miliar atau 38% dari target yang telah dibidik oleh perusahaan.
Walaupun ditengah pandemi seperti ini, tentunya sebagai industri besar PT Pupuk Kaltim tidak tinggal diam. Dengan membentuk Corporate Social Responsibility (CSR) yang bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan dengan memberikan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Salah satu warga yang tinggal di daerah buffer zone PT Pupuk Kaltim sangat merasakan bagaimana dampak industrialisasi terhadap sosial dan ekonomi yang diberikan oleh PT Pupuk Kaltim.
“alhamdulillah sebagai warga yang tinggal berbatasan langsung dengan pabrik, saya dapat beasiswa dari program Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan (PKTPP), sampai lulus kuliah nanti dibiayain” (10/09/21) ucap Indah Nur Rohania selaku penerima bantuan di bidang pendidikan.
Tak hanya itu Raihan Zaid selaku warga Sidrap pun mengatakan, PT Pupuk Kaltim kerap kali memberikan bantuan sosial berupa air bersih yang disalurkan ke rumah, sembako, dan zakat terhadap warga buffer zone.
Adil Setiawan (21 Tahun) sebagai warga Sidrap juga mengatakan bahwa ekonomi keluarganya meningkat walaupun di tengah pandemi Covid-19 seperti ini. Berkat menjadi binaan CSR PT Pupuk Kaltim, usaha menjahit ibunya kebanjiran order berupa masker kain dan tas kain yang akan dibagikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.
Kehadiran PT Pupuk Kaltim di Bontang adalah salah satu bentuk dari industrialisasi. PKT memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kondisi sosial maupun ekonomi di Kota Bontang. Kalau tadi kita sudah membahas dampak positif, maka tak dapat dipungkiri bahwa dampak negatif pun akan selalu berjalan beriringan.
Menurut Bintoro Tjokroamidjoyo sebagaimana dikutip dalam (Sutrisna, 2008) industrialisasi adalah suatu aspek dalam pembangunan yang akan mengubah struktur dan fungsi sosial masyarakat yang dalam hal ini tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi tetapi juga memunculkan hal lain yakni pertambahan penduduk, pergeseran pola ekonomi dan pola hidup, dan sebagainya.
Hadirnya proses industrialisasi yang dilakukan oleh PT Pupuk Kaltim pun juga dapat memberi efek negatif. Fenomena industrialisasi ini dapat membuat kesenjangan sosial maupun ekonomi masyarakat Bontang. Selain itu, industrialisasi yang ada di Bontang dapat menyebabkan warga dari berbagai daerah berbondong-bondong datang kemari untuk mencari pekerjaan (Rahayuningsih, 2017).
Tentu saja hal ini dapat menambah jumlah pesaing lokal dan bisa saja kalah bersaing karena kualitas sumber daya masyarakat luar jauh lebih kompeten dibandingkan masyarakat Bontang. Masalah ini dapat merembet ke penambahan jumlah pengangguran di Kota Bontang yang justru malah di dominasi oleh masyarakat lokal sendiri.
Hal tersebut dapat memicu masalah berupa kecemburuan sosial yang mungkin saja bermuara pada konflik sosial. Persoalan-persoalan ini bisa saja berujung pada tingkat kemiskinan yang akan terus bertambah. Kemudian, banyaknya masyarakat yang datang masuk ke Bontang tentu dapat meningkatkan pertambahan jumlah penduduk yang bisa menimbulkan masalah sosial lainnya.
Efek negatif lainnya juga datang dari apa yang dirasakan oleh masyarakat di sekitar buffer zone terhadap aktifitas perusahaan yang seringkali membuang limbahnya yang tak kenal waktu. Warga mengeluhkan aktifitas pembuangan limbah yang dilakukan pada siang hari dimana warga sedang aktif bekerja di luar rumah. Pembuangan limbah pada siang hari ini dapat meningkatkan risiko kesehatan pernapasan warga yang tinggal di sana. Warga di sana juga takut apabila anak mereka yang masih kecil sudah terserang penyakit paru-paru yang cukup serius.
Kehadiran PT Pupuk Kaltim memang sangat menunjukkan dampak yang signifikan terhadap kondisi sosial dan ekonomi di Kota Bontang. PT Pupuk Kaltim memang berhasil dalam menjadi penyumbang pendapatan Kota Bontang dan juga kas negara. Tanggung jawab sosial perusahaan yang dijalankan oleh pihak CSR PT Pupuk Kaltim juga sangat membantu masyarakat di sekitar perusahaan dan juga seluruh masyarakat Bontang.
Namun memang terlepas dari dampak positif, dampak negatif pun juga akan selalu ada. Alangkah baiknya memang pihak perusahaan juga memikirkan efek negatif yang ditimbulkan supaya bisa menjadi bahan evaluasi untuk kemudian menjadi bahan perbaikan yang dimana jika berhasil diperbaiki, citra perusahaan dapat meningkat menjadi lebih baik lagi ke depannya.
Penulis Jaenet Angeline, Alfah Putri Shalihah dan Siti Khoirul Naima














































