KUTIM – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menerima audiensi Forum Poros Pelajar Kutim (FPPKT) di Ruang Kerja Bupati Kutim, Senin (5/1/2026). Pertemuan tersebut dimanfaatkan FPPKT untuk memaparkan program kerja organisasi sekaligus meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Kutim terhadap agenda edukatif yang akan segera dilaksanakan.
Ketua Panitia Pelaksana FPPKT, Moza Nur Salam, menjelaskan bahwa forum ini dibentuk sebagai sarana kolaborasi antarorganisasi pelajar di Kutai Timur agar mampu bergerak secara berkesinambungan dalam menyikapi berbagai persoalan kepelajaran. Melalui forum tersebut, pelajar diharapkan dapat saling bersinergi dan mengambil peran aktif dalam isu-isu sosial yang menyangkut generasi muda.
Sebagai program perdana pascapembentukan, FPPKT merencanakan penyelenggaraan seminar edukasi dengan mengangkat tema “Seks Bebas yang Menghantui Pelajar”. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi moral remaja serta meningkatnya kasus kehamilan di luar nikah di kalangan pelajar, khususnya pada usia di bawah 17 tahun.
Moza menuturkan, seminar ini diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi pelajar agar lebih memahami risiko dan dampak pergaulan bebas, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga masa depan. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (16/1/2026) di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, dengan target peserta sekitar 100 orang yang merupakan perwakilan pelajar dari berbagai sekolah di Kutim.
Untuk memperkaya materi, panitia telah menyiapkan sejumlah narasumber yang berkompeten, mulai dari tenaga medis hingga aktivis perempuan, sehingga peserta dapat memperoleh pemahaman yang utuh dari aspek kesehatan maupun sosial.
Menanggapi rencana tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif FPPKT. Ia menilai kegiatan edukasi seperti ini sangat positif dan relevan dalam membangun karakter generasi muda. Bupati juga menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk membantu memfasilitasi pelaksanaan kegiatan agar berjalan dengan lancar dan sukses.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif di kalangan pelajar untuk lebih bertanggung jawab dalam pergaulan, memiliki kepedulian sosial, serta mampu berkontribusi positif dalam mewujudkan generasi muda Kutai Timur yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing. (adv)














































