Samarinda, linimasa.co – Bulan suci Ramadhan 1422H, dalam hitungan pekan segera datang. Suasana Ramadhan dimasa pandemi Covid- 19 nampaknya masih dirasakan sebagaimana ramadhan tahun yang lalu. Namun demikian dengan disiplin protokol kesehatan beberapa kegiatan seperti taraweh di masjid atau mushola nampaknya akan dilangsungkan. Siraman-siraman rohani secara daring juga akan bertambah semarak.
Sahabat Misykat Indonesia sebagai lembaga yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia dalam pelatihan, pemberdayaan dan penelitian tidak ingin kehilangan momentum datangnya Ramadhan. Sinergi program dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia Samarinda salah satu media penyiaran yang efektif menjangkau sudut-sudut kehidupan masyarakat pun dilakukan.
Rabu (24/3) bertempat di Studio Si Karut RRI Samarinda, penandatanganan nota kesepemahaman antara Sahabat Misykat Indonesia dengan LPP RRI Samarinda dilakukan. Bersamaan dalam acara tersebut dilakukan pula MOU antara RRI dengan Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Timur, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Dana Peduli Umat (DPU).
Dalam sambutannya Kepala RRI Samarinda, Rahma Juwita mengatakan, “RRI hadir untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sinergi Program bersama MUI, BAZNAS, DPU dan Sahabat Misykat diharapkan mampu memberikan nilai manfaat kepada masyarakat terutama dalam bidang pendidikan dan agama.”
Sementara itu Machnun Uzni selaku Founder Sahabat Misykat Indonesia mengungkapkan kegembiraannya dengan adanya MOU ini. Ungkapnya, “RRI sebagai media publik dapat menjadi penjaga nilai-nilai akhlak dan agama dengan adanya program rutin yang disiarkan. Disamping itu dalam masa pendemi covid 19 dimana masyarakat dipaksa familier dengan media sosial dalam mencari informasi terutama usia anak yang belajar online terbantu dengan program RRI yang dapat ditangkap dimana saja siarannya.”
Dengan adanya MOU yang telah ditandatangani, Machnun Uzni menambahkan, “untuk acara Ramadhan Sahabat Misykat Indonesia telah mempersiapkan narasumber dengan berbagai latarbelakang disiplin ilmu untuk menambah kekayaan sudut pandang. Masih terkait pandemi Ramadan tahun ini Sahabat Misykat Indonesia akan mengangkat tema besar berkait keluarga dan kesehatan.”













































