KUTIM – Pemerintah Kecamatan Kaliorang bersama unsur masyarakat menyepakati arah dan prioritas pembangunan wilayah melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Sejumlah kebutuhan dasar hingga penguatan ekonomi masyarakat menjadi fokus utama dalam perencanaan pembangunan tahun mendatang.
Musrenbang tersebut dilaksanakan di Pantai Marang, Desa Kaliorang, Jumat (6/2/2026), dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, perangkat kecamatan, desa, serta unsur masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kaliorang, Pitriani, menyampaikan bahwa terdapat lima isu strategis yang menjadi perhatian utama dalam forum tersebut. Isu-isu tersebut meliputi pemerataan infrastruktur dasar, peningkatan konektivitas jalan antar desa, penguatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta pengembangan ekonomi masyarakat. Dari lima isu tersebut, kemudian dirumuskan tiga kelompok prioritas pembangunan.
Pada sektor infrastruktur dan kewilayahan, usulan yang mengemuka antara lain lanjutan pembangunan jembatan serta semenisasi Jalan Mulawarman di Desa Bangun Jaya, pembangunan jembatan dan jalan poros di Desa Citra Menunggal Jaya, serta lanjutan semenisasi jalan di Desa Kaliorang. Selain itu, direncanakan pembangunan drainase sepanjang kurang lebih 15 kilometer di jalan poros Kaliorang untuk mengurangi risiko banjir, serta pembangunan turap beton di titik-titik rawan longsor.
Sementara pada bidang pemerintahan dan pembangunan masyarakat, prioritas diarahkan pada penguatan sarana pendidikan dan kesehatan. Usulan juga mencakup pembangunan gapura dan lampu taman di kawasan Puskesmas Kaliorang, pengembangan kawasan perumahan dan fasilitas olahraga, penyediaan guest house bagi tamu kecamatan, pembangunan stadion, Sekretariat TP PKK kecamatan, serta gedung serbaguna.
Adapun pada sektor perekonomian dan sumber daya alam, Kecamatan Kaliorang mendorong pembukaan lahan pertanian baru, peningkatan dan perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi lahan, penyediaan sarana air bersih, pengelolaan kawasan hutan, pengembangan sistem pengolahan limbah, serta pembangunan infrastruktur pendukung sektor pariwisata.
“Kami berharap seluruh usulan yang telah dirumuskan dapat menjadi perhatian dan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur,” ujar Pitriani.
Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Manusia Bappeda Kutim, Ripto Widargo, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengawal setiap usulan pembangunan agar diproses secara transparan dan terukur.
“Bappeda Kutim terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam seluruh tahapan perencanaan pembangunan, sehingga usulan prioritas dapat terakomodasi dan diwujudkan dalam bentuk program yang selaras dengan arah pembangunan daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, Musrenbang menjadi forum strategis untuk merumuskan program pembangunan yang berorientasi pada penguatan ekonomi berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan infrastruktur di wilayah Kaliorang. Hasil Musrenbang ini diharapkan menjadi dasar perencanaan yang lebih tepat sasaran, sejalan dengan visi transformasi ekonomi berkelanjutan menuju Kutai Timur yang sejahtera. (adv)













































