KUTIM – Upaya penguatan pendidikan berbasis nilai keagamaan terus dikembangkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui kolaborasi dengan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Hal ini mengemuka dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV JSIT Kutim yang digelar di Aula Gedung Wanita, Bukit Pelangi, Minggu (8/2/2026).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, menyoroti pentingnya inovasi pendidikan Islam sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan masyarakat. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah implementasi pembelajaran Al-Qur’an di sekolah negeri yang telah berjalan di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Program tersebut melibatkan 39 sekolah dengan dukungan 89 guru khusus yang direkrut dan distandarisasi oleh UMI Foundation. Para guru menerima tunjangan khusus dan bertugas mengajarkan pembelajaran Al-Qur’an selama dua jam setiap hari. Pemerintah daerah menargetkan perluasan program ini ke kecamatan lain agar lulusan SD dan SMP memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an secara baik dan benar.
Selain itu, Disdikbud Kutim juga memberikan perhatian khusus kepada sekolah berbasis Islam melalui dukungan sarana prasarana, termasuk pembangunan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Putra dan Putri serta sekolah Ma’arif berbasis Nahdlatul Ulama yang telah rampung dalam dua tahun terakhir.
Melalui Musda IV JSIT Kutim, Mulyono mengajak seluruh sekolah Islam terpadu untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar setiap program yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik. (adv)














































