KUTIM – Inovasi Cap Jempol Stop Stunting yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diusulkan sebagai pilot project nasional dalam percepatan penurunan stunting. Usulan tersebut muncul karena program ini dinilai mampu memadukan intervensi teknologi, penguatan peran kader, dan peningkatan edukasi keluarga.
Program ini mengedepankan pendekatan terpadu antara sektor kesehatan, ketahanan pangan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui sistem pemantauan berbasis data, pemerintah daerah dapat melakukan deteksi dini risiko stunting dan memastikan tindak lanjut penanganan dilakukan secara cepat serta terarah.
Selain itu, program Cap Jempol Stop Stunting turut memperkuat koordinasi berbagai lembaga pendukung, sehingga alur layanan kepada ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko gizi buruk dapat berjalan lebih efektif. Pemerintah pusat menilai pendekatan yang digunakan Kutim relevan dengan strategi nasional penanggulangan stunting yang menekankan percepatan intervensi di tingkat desa.
Dengan berbagai keunggulannya, program ini diharapkan dapat menjadi contoh nasional yang mampu mendorong percepatan penurunan stunting secara lebih merata di seluruh daerah. (adv)














































