Samarinda, linimasa.co – Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Samarinda mengadakan vaksinasi massal dengan menyiapkan 5 ribu dosis vaksin jenis pfizer untuk dosis pertama di Gedung Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Jl. Ir. Juanda Samarinda.
Kegiatan ini merupakan salah satu program percepatan vaksinasi nasional yang didukung oleh USAID dengan nama Mentari Covid-19 Vaccine (MCV) yang diadakan se Indonesia. Kegiatan MCV berlangsung selama dua hari mulai Senin (25/10/2021) dan Selasa (26/10/2021).
Menurut District Manager Mentari Covid-19 Vaccine Mudassir Yunus, program vaksninasi ini dilaksanakan secara nasional dengan melibatkan seluruh organisasi otonom yang berada di bawah naungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat – USAID dan Sentra BKKBN.
“Persiapannya telah dilakukan tiga minggu lalu, sebelumnya kami menyelenggarakan pelatihan edukator vaksin covid-19 melalui daring dan luring kepada tim-tim edukator yang telah disusun melalui kepanitiaan,” ujarnya saat ditemui awak linimasa.
Edukasi vaksin, lanjutnya, sangat diperlukan mengingat masih perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat akan vaksinasi Covid-19. Semakin banyak masyarakat yang teredukasi dan sadar akan pentingnya vaksinasi maka semakin cepat pula tingkat capaian target vaksinasi di Indonesia.
“Vaksinasi hari ini dilakukan di tiga gedung berbeda yakni di aula perpustakaan, gedung E dan Gedung F, setiap gedung diisi oleh tim vaksinasi dari puskesmas dan klinik yang telah bekerja sama,” lanjut Mudassir.

Terdapat 10 tim tenaga kesehatan di hari pertama dan 10 tim di hari kedua. Masing-masing tim terdiri dari 10 orang. Pada hari pertama dengan sasaran 2.500 orang melibatkan tim kesehatan Puskesmas Remaja, Puskesmas Lempake, Puskesmas Segiri, Puskesmas Temindung, Puskesmas Sempaja, Puskesmas Sidomulyo 1 dan 2, Puskesmas Wonorejo, Klinik Mitra Gustiana dan Klinik HNK. Kemudian hari kedua melibatkan Puskesmas Lempake, Temindung, Remaja, Segiri, Klinik Trauma Center, Puskesmas Makroman, Klinik Kartika Jaya, Klinik Kusuma, Klinik Aminah dan Klinik Ayu Husada.
Dari pengamatan linimasa.co proses pendaftaran peserta dimulai dari proses registrasi ulang, dengan menunjukkan grup peserta yang telah dibagi sebelumnya melalui aplikasi whatsapp, kemudian diberikan nomor antrian, setelah itu akan dipanggil sesuai nomor dan menuju ruang vaksinasi. Proses vaksinasi berlangsung tertip di tiga gedung tersebut, karena seluuh peserta telah terdata. Kendati demikian, masih saja ada masyarakat yang menerobos untuk mendapatkan vaksin sementara drinya belum pernah mendaftarkan diri.
“Ada beberapa orang minta divaksin, sementara mereka tidak terdaftar, sehingga kami minta mereka untuk menunggu hingga proses vaksinasi bagi yang terdaftar telah usai, jika ada sisa vaksin, baru kami persilahkan mereka isi data dan ikut vaksinasi,” ujar Riski Aspiah salah satu panitia.
Sementara itu, pelaksanaan vaksinasi ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat, diantaranya Masran (53) mengatakan proses vaksinasi tertata rapi, sistematika dan efesien.

“Jadi teratur saat orang datang, tinggal membawa data yang telah di share ke grup seperti kartu kontrol dan kartu kendali, serta copy KTP, semua sudah disampaikan ke kami di grup WA,” ujarnya mengaku berada di Grup B.
Kordinasi yang dilakukan panitia menurut Devi (22) sangat sistematis karena telah diberitahukan sebelumnya oleh pantia di Grup WA.
“Kami mendaftar di link yang dibagikan secara umum, lalu kami dihubungi panitia jauh hari sebelumnya dan dimasukkan grup WA, disitu diberikan informasi tentang apa saja yang garus dilakukan, bahkan info kesehatan dan syarat bagi ibu hamil dan menyusui, bagus banget seh menurut saya,” ungkap Devi.
Sementara itu, Adelita mengaku tertarik mengikuti vaksinasi setelah membaca pengumuman di media sosial, namun dirinya mendaftar berulangkali tetapi belum bisa masuk.
“Saya langsung datang kesini, saat mendaftar ulang saya bingung ditanya soal grup berapa, ternyata ada pembagian grupnya, saya akui belum mendaftar, pernah mencoba tapi selalu gagal. beruntung panitianya sopan dan mencarikan solusi. Meski antri lama karena harus menunggu peserta terdaftar selesai, akhirnya saya dipanggil juga, terima kasih ya panitia,” aku ibu rumah tangga ini.
Reporter Audric Al Dzaky














































