Samarinda, linimasa.co – Angka kematian masih saja bertambah akibat virus Covid-19. Negara dibuat kalang kabut dan harus mencari cara yang tepat untuk mengatasinya. Bukan hanya di bidang politik, Pendidikan, bidang Kesehatan bahkan bidang ekonomi memperlihatkan pertumbuhan negatif.
Pemerintah Kota Samarinda telah mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga tanggal 9 Agustus mendatang. Hal ini untuk menekan penyebaran virus covid-19. Selain meningkatnya angka penderita, hamper seluruh rumah sakit baik pemerintah maupun swasta makin penuh. Untuk menghindari penumpukan pasien, Sebagian orang akhirnya menjalankan isolasi mandiri di rumah.
Ternyata ada ratusan orang dengan kasus aktif Covid-19 di Samarinda dengan berbagai gejala dengan terpaksa isolasi mandiri (isoman) di rumah sendiri berhubung keterbatasan tempat isolasi dan rumah sakit. Melihat hal itu, sekumpulan relawan meluangkan waktunya untuk membantu para pasien yang sedang menjalankan isoman.
“Berawal dari keprihatinan teman-teman dengan orang yang lagi isoman, mereka harus di rumah, sementara mereka tidak boleh keluar rumah, sehingga untuk memenuhi kebutuhan pokoknya pasti akan terhambat. Makanya kami bentuk relawan PPKM,” ujar Alyssa Viorety salah satu inisiator Relawan PPKM
Relawan yang tergabung dalam Pergerakan Peduli Kesehatan Masyarakat (PPKM) ini terdiri dari beberapa relawan yang berasal dari berbagai bidang latar belakang profesi. Menurut Alyssa, ada yang berprofesi sebagai dokter, apoteker, karyawan swasta, pegawai negeri, LSM dan masyarakat umum.
“Kami tidak membatasi siapapun yang ingin bergabung. Kegiatan ini digagas pada tanggal 28 Juli 2021 hingga akhirnya bisa membagikan makanan 4 hari lalu (Sabtu, 31/7/2021),” ujarnya

Alyssa yang juga berprofesi sebagai seorang apoteker ini mengisahkan, adanya laporan pasien Covid-19 yang kelaparan, tidak memiliki obat, tidak memiliki makanan, sehingga terpikir untuk membentuk suatu gerakan sebagai solusi-solusi permasalahan tersebut. Menyadari bahwa bergerak sendiri akan sulit tetapi jika semuanya bersatu, berkolaborasi dan bekerjasama maka akan terbentuk kekuatan yang saling sinergis untuk kepentingan bersama dalam membantu masyarakat.
“Ada juga yang korban PHK kemudian sakit dan positif Covid menjalani isoman, bahkan ada beberapa kasus isoman yang meninggal dunia. Dalam satu rumah isoman dan tidak bisa berbuat apa-apa,” kisahnya
Ia menjelaskan, pendataan pasien berasal dari informasi masyarakat, yang menghubungi Tim PPKM melalui flyer yang disebar di akun media sosial dan grup aplikasi Whatsapp. Data yang masuk kemudian diverifikasi, calon penerima bantuan harus mengirim data lengkap dan bukti hasil Rapid Antigen, PCR atau keterangan dari pihak rumah sakit yang menyatakan dirinya positif Sars-Covid. Kemudian tim akan mendata kebutuhan pasien, yang terdiri dari makanan siap saji, sembako, vitamin dan obat-obatan.
“Setelah diidentifikasi, maka kebutuhan pasien kita siapkan dan kita antarkan, termasuk pemenuhan oksigen,” jelasnya
Senada, Salah satu relawan, Rina Zainun, mengatakan untuk sementara posko dibagi di dua tempat yakni zona 1 Kecamatan Samarinda Utara dan zona 2 di Samarinda Ulu. Menurutnya pemberian bantuan diberikan kepada yang sangat prioritas.
“Ada pasien isoman yang memang tidak mampu dan tidak memiliki siapa-siapa untuk membantunya, jadi kita prioritaskan yang seperti itu. Kemudian inikan juga hanya mengandalkan anggaran dari donatur jadi terbatas hanya di beberapa daerah saja, menyesuaikan anggarannya,” ucap perempuan yang juga ketua TRC PPA Samarinda ini.
Dalam waktu 4 hari Relawan PPKM ini telah menyalurkan lebih dari 1.000 kotak makanan, selain itu ada vitamin, obat-obatan dan juga sembako. Donasi berasal dari relawan, komunitas, organisasi dan masyarakat umum.
“Meski tidak bisa mengcover keseluruhan, tapi paling tidak kita bisa meringankan beban pemerintah dan membantu masyarakat yang sedang isoman,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pasien isoman, Agustina menuturkan, dirinya dan keluarga sangat terbantu dengan adanya relawan PPKM ini. Kebutuhan makanan dan vitamin akhirnya bisa didapatkan.
“Sebelumnya ada bapak (suami) namun sudah meninggal beberapa hari lalu karena covid, sekarang saya tinggal bertiga dengan anak saya, semuanya juga positif, jadi kami tidak bisa apa-apa,” tuturnya sambil menyeka air matanya.
Perempuan 51 tahun ini, tinggal di rumah kayu dan bukan miliknya, jalan menuju rumahnya pun harus melewati gang kecil disela rumah tetangga. Rumah kayu yang berdiri diatas rawa ini ditempati bertiga dengan anaknya. Tim PPKM memberikan bantuan makanan siap saji untuk mereka setiap harinya.
Demikian pula dengan RT 55 jalan P. Antasari gang 4, menurut ketua RT, Hari, terdapat 10 kepala keluarga yang sementara menjalani isoman.
“Kami membuat dapur umum buat warga yang lagi isoman, bahkan dari RT 45 juga yang kebetulan berdekatan, kami juga bantu,” ungkapnya.
Dirinya mengaku senang mendapatkan donasi dari relawan PPKM.
“Alhamdulillah kami sangat terbantu, apalagi kemampuan kami sangat terbatas,” ujarnya
Relawan PPKM ini diadakan oleh Organisasi Ikatan Apoteker Indonesia, Indonesian Young Pharmacist Group, Pharmacare Society, Forum Puspa Bungah Gerecek Samarinda dan Yayasan Mansur Tuah. Kemudian didukung oleh TRC Kaltim, Bank BCA Hijrah Ekstrem&Hijrah Peduli, SBC, Odha Nusantara, Lemoneta, Apotek Sahabat, Miniu, Ijum, sora, icare, pks muda, tim relawan irwan.
Pewarta Chai














































